<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415</id><updated>2012-02-16T01:23:01.911-08:00</updated><title type='text'>Internet Murah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-8732179123500769154</id><published>2008-12-22T04:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T04:33:42.565-08:00</updated><title type='text'>Dunia Pendidikan Kita Miskin Sentuhan Pembelajaran Elektronik?</title><content type='html'>&lt;div class="PostContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: rgb(212, 212, 199);"&gt;B&lt;/span&gt;erdasarkan data di &lt;a href="http://npsn.jardiknas.org/cont/data_statistik/rekap_diknas.php" target="_blank"&gt;Jardiknas&lt;/a&gt;, jumlah lembaga pendidikan di negeri ini, mulai SD hingga PT, baik negeri maupun swasta, hingga 15 Juni 2008 tercatat sekitar 200.833. Jumlah ini tentu saja belum termasuk sekolah-sekolah tertentu yang terhadang oleh beberapa kendala teknis. Ribuan lembaga pendidikan tersebut tersebar di 33 provinsi, mulai &lt;a href="http://npsn.jardiknas.org/cont/data_statistik/rekap_diknas.php?prop=101"&gt;Nanggroe Aceh Darussalam&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://npsn.jardiknas.org/cont/data_statistik/rekap_diknas.php?prop=604"&gt;Irian Jaya Barat&lt;/a&gt;. Hitungan kasar, kalau dalam satu lembaga pendidikan mendidik, katakanlah, 100 anak, setidaknya ada sekitar 20.083.300 anak-anak bangsa yang tengah digembleng. Sungguh, bukan jumlah yang sedikit. Jika anak-anak negeri ini terdidik dengan baik, jelas mereka bisa menjadi “investasi” masa depan dan modal sosial yang cukup membanggakan untuk membangun Indonesia yang cerdas dan visioner.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://sawali64.googlepages.com/peta_indonesia.gif" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignright" style="float: right;" src="http://sawali64.googlepages.com/peta_indonesia.gif" alt="" width="307" height="202" /&gt;&lt;/a&gt;Menggembleng anak dalam jumlah jutaan semacam itu jelas bukan persoalan yang mudah. Apalagi, mereka tersebar di berbagai wilayah teritorial yang beragam karakter dan latar belakang sosialnya. Ada kesenjangan yang begitu lebar antara kota dan desa. Kompetensi gurunya pun jelas mengalami ketimpangan karena faktor fasilitas dan kemudahan mengakses informasi dan keilmuan. Mereka yang tinggal di kota jelas memiliki kemudahan dalam memutakhirkan pengetahuan dan keilmuan melalui akses media publik semacam internet. Sementara itu, yang tinggal di daerah pedesaan dan pedalaman? Atau, yang lebih tragis, mereka yang tinggal di kawasan yang masuk kategori terpencil? Alih-alih memutakhirkan ilmu, bisa konsisten mengasah kerak ilmu yang memfosil dalam tempurung kepala saja sudah termasuk layak dikagumi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alangkah cerahnya masa depan negeri ini jika anak-anak dusun dan pelosok yang sekarang tengah gencar memburu ilmu di bangku sekolah mendapat bekal keilmuan yang sama dengan saudara-saudaranya yang tinggal di kota. Harapan itu bisa terwujud jika mereka mendapatkan layanan pendidikan yang baik dan bermutu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pesantrenglobal.org/belajar/claroline/upload/images/large_dokeos_logo.gif" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left;" src="http://pesantrenglobal.org/belajar/claroline/upload/images/large_dokeos_logo.gif" alt="" width="284" height="176" /&gt;&lt;/a&gt;Saya jadi berkhayal. Ketika anak-anak belajar, mereka tidak lagi dicekoki oleh suara guru yang seringkali terdengar sumbang, bahkan seringkali mengindoktrinasi siswa didiknya melalui pendekatan &lt;em&gt;behaviouristik&lt;/em&gt; yang cenderung memperlakukan siswa sebagai objek yang tak tahu apa-apa. Mereka juga tidak rawan kena TBC akibat terlalu banyak menyedot serbuk kapur tulis yang memenuhi ruang kelas yang pengap dan sumpek.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alangkah menarik dan menyenangkan kalau setiap hari anak-anak bisa belajar secara leluasa, tanpa dibatasi oleh empat dinding “penjara” kelas. Mereka bisa mengakses informasi dan pengetahuan melalui aktivitas &lt;em&gt;surfing &lt;/em&gt;di internet. Dalam mengerjakan tugas, mereka tak lagi menghabiskan banyak duit untuk beli kertas dan alat tulis. Mereka cukup duduk di depan layar monitor, menjawab tugas dari blog gurunya, lantas mengumpulkannya melalui &lt;em&gt;attachment file &lt;/em&gt;ke alamat e-mail gurunya. Otak mereka dipenuhi dengan informasi dan pengetahuan baru yang mereka &lt;em&gt;update &lt;/em&gt;lewat &lt;em&gt;surfing &lt;/em&gt;di internet, menjelajahi situs dan blog yang sarat dengan ranah ilmu yang mencerahkan. Aktivitas pembelajaran jadi lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Guru pun juga senantiasa tertantang untuk selalu meng-&lt;em&gt;update &lt;/em&gt;wawasan keilmuan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, khayalan semacam itu hanya bisa mengendap di lorong imajinasi saya. Secara jujur mesti diakui, dunia pendidikan kita masih amat miskin sentuhan pembelajaran elektronik (&lt;em&gt;e-learning&lt;/em&gt;). Boro-boro siswa yang tinggal di pelosok-pelosok dusun, para siswa yang tinggal di kota pun belum semuanya mampu bersentuhan dengan internet.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sistem pembelajaran elektronik&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;e-pembelajaran&lt;/strong&gt; (&lt;a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris"&gt;Inggris&lt;/a&gt;: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Electronic learning&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; disingkat &lt;em&gt;&lt;strong&gt;E-learning&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan &lt;a title="Konsekuensi logis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsekuensi_logis"&gt;konsekuensi logis&lt;/a&gt; dari perkembangan &lt;a title="Teknologi informasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi"&gt;teknologi informasi&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Komunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi"&gt;komunikasi&lt;/a&gt;. Dengan e-learning, peserta ajar (&lt;em&gt;learner&lt;/em&gt; atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang &lt;a title="Kelas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelas"&gt;kelas&lt;/a&gt; untuk menyimak setiap ucapan dari seorang &lt;a title="Guru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Guru"&gt;guru&lt;/a&gt; secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah &lt;a class="new" title="Program studi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Program_studi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;program studi&lt;/a&gt; atau program pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;E-learning &lt;/em&gt;telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.&lt;em&gt; E-learning &lt;/em&gt;mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;e-learning,&lt;/em&gt; faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah &lt;a title="Komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer"&gt;komputer&lt;/a&gt; dan panduan-panduan &lt;a class="mw-redirect" title="Elektronik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronik"&gt;elektronik&lt;/a&gt; yang dirancang oleh “contents writer”, designer e-learning dan &lt;a class="mw-redirect" title="Pemrogram komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrogram_komputer"&gt;pemrogram komputer&lt;/a&gt;. (Sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wah, sungguh, para pengambil kebijakan mesti mulai meliriknya. Jaringan infrastruktur informasi harus terus dibangun secara merata hingga ke pelosok yang terpencil sekalipun. Suatu ketika, mudah-mudahan khayalan saya yang ngelantur tadi bisa terwujud.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.acer-elearning.com/form_blog.php" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left;" src="http://www.acer-elearning.com/images/blog_comp.gif" alt="Kompetisi Blog elearning " width="120" border="0" height="120" /&gt;&lt;/a&gt;Nah, beberapa waktu yang lalu saya sempat &lt;em&gt;blogwalking &lt;/em&gt;ke blog Pak &lt;a href="http://daniiswara.net/" target="_blank"&gt;Dani Iswara&lt;/a&gt;. Dalam sebuah postingannya, beliau menginformasikan tentang &lt;a href="http://daniiswara.net/2008/06/12/lomba-blog-elearning-indonesia-dalam-edufiesta/" target="_blank"&gt;Lomba Blog eLearning Indonesia dalam Edufiesta&lt;/a&gt; yang digelar oleh acer-elearning. Informasi selengkapnya, silakan meluncur ke blog Pak Dani Iswara. Dalam pengumuman, lomba tersebut memang hanya diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa. Namun, dalam forum tanya-jawab, lomba ini akhirnya dinyatakan terbuka juga untuk guru dan siswa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para dosen, mahasiswa, guru, dan siswa yang kebetulan juga seorang bloger bisa ikut meramaikan kompetisi ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Disediakan hadiah menarik, mulai Notebook Ferrari hingga uang tunai. Makanya, buruan daftar. Bukan semata-mata hadiahnya, melainkan lebih sebagai upaya “&lt;em&gt;starting point&lt;/em&gt;” agar dunia pendidikan kita mulai memanfaatkan pembelajaran elektronik sebagai pendekatan dalam aktivitas pendidikan mutakhir. Nah, bagaimana? ***&lt;/p&gt; &lt;div class="ilsb-parent ilsb-georgia"&gt;&lt;a href="http://sawali.info/2008/06/15/dunia-pendidikan-kita-miskin-sentuhan-pembelajaran-elektronik/#" class="ilsb ilsb-share"&gt;I Love Social Bookmarking&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="ilsb-child"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tulisan Terkait:&lt;/h3&gt;&lt;ul class="related_post"&gt;&lt;li&gt;Friday, 27 June 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/06/27/buku-sekolah-elektronik-terobosan-yang-jitu-dan-visioner/" title="Buku Sekolah Elektronik: Terobosan yang Jitu dan Visioner?"&gt;Buku Sekolah Elektronik: Terobosan yang Jitu dan Visioner? (52)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wednesday, 6 August 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/08/06/mampukah-sentuhan-ti-melahirkan/" title="Mampukah Sentuhan TI Melahirkan Generasi yang Cerdas dan Santun?"&gt;Mampukah Sentuhan TI Melahirkan Generasi yang Cerdas dan Santun? (50)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saturday, 21 June 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/06/21/e-learning-dan-etika-pemanfaatan/" title="E-Learning dan Etika Pemanfaatan Media"&gt;E-Learning dan Etika Pemanfaatan Media (23)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monday, 5 May 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/05/05/guru-ngeblog-apa-untungnya/" title="Guru Ngeblog: Apa Untungnya?"&gt;Guru Ngeblog: Apa Untungnya? (39)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saturday, 19 April 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/" title="Mampukah Cerita Rekaan Memperkaya Batin Pembaca?"&gt;Mampukah Cerita Rekaan Memperkaya Batin Pembaca? (25)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuesday, 15 April 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/" title="Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah"&gt;Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah (25)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wednesday, 9 April 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/" title="Mewaspadai Komersialisasi Pendidikan"&gt;Mewaspadai Komersialisasi Pendidikan (27)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thursday, 6 March 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/03/06/pendidikan-spiritual-di-sekolah-apa-kabar/" title="Pendidikan Spiritual di Sekolah, Apa Kabar?"&gt;Pendidikan Spiritual di Sekolah, Apa Kabar? (44)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sunday, 2 March 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/03/02/sastrawan-masuk-sekolah-sebuah-agenda-yang-tertinggal/" title="Sastrawan Masuk Sekolah: Sebuah Agenda yang Tertinggal"&gt;Sastrawan Masuk Sekolah: Sebuah Agenda yang Tertinggal (41)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wednesday, 27 February 2008 -- &lt;a href="http://sawali.info/2008/02/27/ubuntu-ufh%e2%80%a6/" title="Ubuntu? Ufh…."&gt;Ubuntu? Ufh…. (39)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-8732179123500769154?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/8732179123500769154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/dunia-pendidikan-kita-miskin-sentuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/8732179123500769154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/8732179123500769154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/dunia-pendidikan-kita-miskin-sentuhan.html' title='Dunia Pendidikan Kita Miskin Sentuhan Pembelajaran Elektronik?'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-7016896778146431710</id><published>2008-12-22T04:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T04:19:56.700-08:00</updated><title type='text'>Adu Cepat Membuka Akses ke Daerah Terpencil</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://doniismanto.wordpress.com/2008/12/01/021208-adu-cepat-membuka-akses-ke-daerah-terpencil/" rel="bookmark" title="021208 Adu Cepat Membuka Akses ke Daerah Terpencil"&gt;021208 Adu Cepat Membuka Akses ke Daerah Terpencil&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://doniismanto.files.wordpress.com/2008/11/tower.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-thumbnail wp-image-513" title="tower" src="http://doniismanto.files.wordpress.com/2008/11/tower.jpg?w=127&amp;amp;h=96" alt="tower" width="127" height="96" /&gt;&lt;/a&gt;Tak terasa proses tender pengadaan telepon pedesaan atau lebih dikenal dengan nama&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Universal Service Obligation (USO) telah memasuki tahapan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"&gt;Aanweijzing (penjelasan dokumen tender)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; pada Jumat (28/11) lalu. Beberapa operator yang lolos hingga &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tahapan tersebut diantaranya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;Telkomsel, &lt;span class="yshortcuts"&gt;Telkom&lt;/span&gt;, Indosat, CSM, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Namun, belum lagi tender USO menentukan pemenangnya, beberapa peserta atau bukan peserta telah unjuk diri kepada pemerintah menunjukkan komitmennya membuka akses telekomunikasi ke daerah terpencil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Beberapa operator yang pantas&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;disebutkan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah Telkom, Telkomsel, Indosat, dan XL. Telkom selama satu bulan ini lebih fokus membuka akses telekomunikasi untuk wilayah pulau-pulau terluar di Sumatera. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Di bawah komando Kadivre I, Muhammad Awaluddin, Telkom pada bulan ini&lt;span&gt; &lt;/span&gt;saja berhasil memerdekakan dua pulau terluar di wilayah Sumatera. Pulau-pulau tersebut adalah Berhala dan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Rondo. Di kedua pulau tersebut layanan telekomunikasi yang diberikan lumayan lengkap yakni&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akses telepon, faksimili, dan internet.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;“Kami mengandalkan layanan nirkabel TelkomFlexi untuk membuka akses telekomunikasi di wilayah terluar. Ini untuk membuktikan pada publik Flexi tidak hanya sibuk melayani masyarakat perkotaan tetapi juga desa-desa,” kata Awaluddin di Jakarta, belum lama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Jika induk usahanya mengandalkan Flexi, maka Telkomsel mengusung teknologi GSM berbasis Internet Protocol (GSM IP based) untuk membuka akses wilayah terpencil. Telkomsel sepertinya lebih focus pada kawasan timur Indonesia (KTI) dan kapal-kapal penumpang yang berlayar ke kawasan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;“Yang mahal cuma untuk penyewaan satelit jika membuka akses telekomunikasi di wilayah terpencil. Tetapi jika masih ada backbone di sekitarnya, itu lebih murah,” ujar Direktur Niaga Telkomsel Leong Shin Loong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Senada dengan Telkomsel, Indosat pun sepertinya lebih senang menunjukkan taringnya di KTI. Terbukti pada minggu lalu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;operator tersebut&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;meresmikan base transceiver station (BTS) di Desa Lemo, Muara Teweh, &lt;span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Kalimantan Tengah&lt;/span&gt;. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IT"&gt;Selain Desa Lemo, Indosat juga sudah hadir di 4 wilayah lain di Muara Teweh dimana tidak ada operator seluler lain yang hadir, yaitu wilayah Tampa, Batua Sibung, Butong, dan Rimba Sari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;“Kami&lt;span&gt; &lt;/span&gt;merupakan operator seluler pertama yang hadir di wilayah Desa Lemo. Sebagai operator kami tetap konsen membangun wilayah terpencil,” tegas Direktur Regional Sales Indosat Syakieb A. Sungkar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Pernyataan Syakieb sepertinya ingin menepis anggapan banyak orang jika Indosat yang sahamnya sekarang dikuasai oleh asing tidak lagi peduli dengan wilayah terpencil. Hal yang sama juga ingin ditunjukkan oleh XL dimana 95 persen sahamnya dikuasai oleh asing. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;XL belum lama ini menghadirkannya di Muara Sipongi yang merupakan perbatasan antara &lt;span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Sumatera Utara&lt;/span&gt; dan &lt;span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Sumatera Barat&lt;/span&gt;, serta Papua. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar menyambut menyambut positif inisiatif setiap operator mempercepat pembukaan akses telekomunikasi daerah-daerah terpencil karena sesuai dengan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;program pemerintah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;“Strategi dari operator inilah yang membuat jumlah desa kategori USO menyusut dari 38.471 menjadi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;31.824 desa di&lt;span&gt; &lt;/span&gt;32 provinsi,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Basuki menegaskan, meskipun operator berlomba membuka akses ke daerah terpencil tetapi tidak akan meluluhkan hati pemerintah untuk memberikan “gula-gula” USO bagi mereka. Gula-gula yang dimaksud apalagi kalau bukan spectrum frekuensi 2,3 Ghz untuk penyelenggaraan Wimax.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;“Saya memang mendengar Telkom meminta &lt;span&gt; &lt;/span&gt;diberikan insentif atas apa yang mereka lakukan selama ini. Tetapi itu tidak berlaku jika bukan pemenang tender USO,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Basuki pun menegaskan, untuk mencegah terjadinya monopoli dalam pengerjaan USO, Telkom dan Telkomsel dilarang untuk ikut dalam satu paket pengerjaan. “Mereka tidak boleh bidding di paket yang sama. Ini untuk mengantisipasi terjadinya monopoli,” tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;Telkom grup sendiri berpeluang besar akan menjadi pemenang utama dari tender USO jika melihat komposisi persaingan memperebutkan paket pengerjaan. Pasalnya, proses lelang hanya dilakukan untuk wilayah gemuk alias Pulau Jawa. Sedangkan wilayah lainnya besar terjadi pemilihan langsung atau penunjukkan langsung. Hal ini karena tidak ada peserta yang lolos prakualifikasi tahap II. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;Sekjen Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) Muhammad Jumadi Idris menambahkan, operator dalam mengembangkan sayapnya tidak hanya memikirkan keuntungan sesaat. ”Akses telekomunikasi adalah kebutuhan pokok manusia. Bangunlah infrastruktur yang banyak tanpa harus memikirkan pamrihnya,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;Jumadi meminta, pemerintah tidak perlu memberikan kompensasi terkait pembangunan infrastruktur operator yang bersinggungan dengan wilayah USO. ”Sudah menjadi kewajiban dari operator untuk membangun jaringan. Kalau berdekatan atau termasuk wilayah USO jangan minta kompensasi, dong. Itu namanya tidak ikhlas,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;Jumadi melihat, agresifnya operator yang menjadi peserta tender USO&lt;span&gt; &lt;/span&gt;membuka akses telekomunikasi ke wilayah terpencil juga sebagai bagian dari strategi memenangkan tender tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;”Ini kan namanya mencari simpati dan psy war ke pesaing. Sementara bagi yang bukan peserta tender, apalagi kalau bukan mencari citra positif di masyarakat. Bagaimanapun, para operator ini adalah organisasi profit, tidak ada makan siang yang gratis dalam kamus mereka,” tegasnya.[doni ismanto] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-7016896778146431710?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/7016896778146431710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/adu-cepat-membuka-akses-ke-daerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/7016896778146431710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/7016896778146431710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/adu-cepat-membuka-akses-ke-daerah.html' title='Adu Cepat Membuka Akses ke Daerah Terpencil'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-6707961810294976600</id><published>2008-12-22T04:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T04:18:33.421-08:00</updated><title type='text'>Infrastruktur : Sinergikan USO dengan Internet Pedesaan</title><content type='html'>&lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;b&gt;Infrastruktur : Sinergikan USO dengan Internet Pedesaan&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;img src="http://www.apkasi.or.id/images/print.gif" alt="Versi Cetak" title="Versi Cetak" border="0" /&gt; &lt;a href="http://www.apkasi.or.id/modules.php?name=News&amp;amp;file=print&amp;amp;sid=395"&gt;Versi Cetak&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#505050;"&gt;Tidak mudah membangun sarana untuk mencerdaskan masyarakat yang tinggal di kawasan yang jauh dari aktivitas ekonomi. Fasilitas koneksi internet menjadi sangat sulit dilakukan karena kebanyakan operator telekomunikasi lebih memilih daerah ekonomis untuk bisa mengembalikan modal yang telah ditanamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara upaya pemerintah mengalokasikan dana dari operator untuk membangun jaringan di pedesaan, yang dikenal dengan Universal Service Obligation (USO), juga tidak mulus menyusul kendala dalam proses tender. Sebuah keputusan dari pemerintah untuk membatalkan tender yang dianggap ”cacat” berbuntut pada penuntutan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengadilan tingkat pertama ini, PTUN di Jakarta pada 22 Mei 2008 mengabulkan seluruh gugatan PT Asia Celullar Satelit (ACeS) terhadap panitia tender telepon pedesaan dalam program USO. Namun, meskipun majelis hakim sudah memerintahkan pencabutan surat pembatalan tender USO, keputusan ini belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap menyusul banding para tergugat pada 26 Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dengan adanya proses peradilan tata usaha negara ini, pemerintah sedang mengkaji langkah-langkah persiapan tender ulang, dengan tetap berpedoman Keppres No 80/2003, peraturan teknis bidang telekomunikasi, agar target yang telah ditetapkan dalam Perpres No 7/2005 tentang RPJM tetap bisa terpenuhi,” kata Menkominfo Mohammad Nuh dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Jakarta, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh menilai tertundanya tender USO yang telah dilaksanakan pada 2007 dengan menggunakan metode penilaian prakualifikasi dianggap gagal. Pelaksanaan tender itu hanya menyisakan satu peserta pelelangan sebagai calon pemenang dan selanjutnya dilakukan pembuktian kualifikasi terhadap dokumen penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada tahapan pembuktian kualifikasi inilah peserta itu tidak dapat memenuhi peraturan perundang-undangan, persyaratan, proses, dan prosedur pelelangan sebagaimana ditetapkan dalam rencana kerja dan syarat-syarat sehingga diputuskan pelaksanaan tender dianggap gagal,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tertundanya upaya menyambungkan pedesaan dengan fasilitas telekomunikasi Depkominfo mengambil prakarsa untuk menyinergikan USO dengan akses internet bagi masyarakat pedesaan melalui program Community Access Point (CAP). Upaya mencerdaskan masyarakat pedesaan ini momentumnya sangat tepat, terutama berkaitan dengan informasi tentang kegiatan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi dengan CAP diharapkan bisa menyediakan jaringan akses telekomunikasi yang sudah berbasis Internet Protocol (IP), di mana jaringan ini sudah merupakan jaringan masa depan (next generation network). Program CAP juga akan menjembatani pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menanggulangi kesenjangan digital dan terbukanya isolasi akses informasi masyarakat di daerah terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depkominfo akan mengimplementasikan CAP, antara lain, dengan membangun Warung Masyarakat Informasi Indonesia (Warmasif) dengan tujuan, di antaranya, mengurangi kesenjangan akses masyarakat terhadap layanan informasi, pengetahuan, dan komunikasi serta meningkatkan kecerdasan masyarakat dan meningkatkan perekonomian Indonesia. Saat ini telah dibangun 63 Warmasif yang tersebar di berbagai kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Upaya lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mendorong pihak operator untuk melayani masyarakat pedesaan, berbagai upaya telah dilakukan, bersama program Indosat Cinta Indonesia mengembangkan energi alternatif untuk BTS di kaweasan terpencil dan kemudian melalui Telkomsel Merah. Pada acara Telkomsel, 26 Juni lalu, yang berlangsung di Pulau Balabalakan, Sulawesi Barat, itu Menkominfo dari Jakarta menyapa masyarakat terpencil melalui fasilitas video call Telkomsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini merupakan upaya dalam mencoba memberikan fasilitas telekomunikasi kepada masyarakat pedesaan. Kalau USO masih terkendala, saya pikir melalui program ini sesungguhnya masyarakat di pedesaan sudah mulai menikmati apa yang mereka harapkan selama ini. Program ini bisa disinergikan dengan program USO,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percakapan yang diawali dengan sapaan kepada Dirjen Postel dari Pulau Balabalakan yang berpenduduk hanya 60 keluarga itu, Nuh berdialog dengan Albar, Kepala Desa Balabalakan. ”Penduduk di pulau ini sudah sekitar 50 tahun lebih menunggu fasilitas komunikasi dan baru sekarang bisa tercapai,” kata Albar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kepada Direktur Utama PT Telkomsel Kiskenda, Menkominfo mendukung terobosan yang dilakukan Telkomsel untuk menjangkau daerah-daerah terpencil sebagai bagian untuk menghubungkan Indonesia. ”Saya menyampaikan apresiasi terhadap terobosan ini dan harus terus disinergikan dengan upaya-upaya untuk membangun masyarakat informasi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Nuh mengulangi seperti apa yang disampaikan di hadapan anggota Komisi I DPR sebelumnya tentang rencana Depkominfo untuk mengeluarkan kebijakan untuk memberikan insentif kepada para operator yang ingin membuka jaringan atau koneksi komunikasi di daerah-daerah terluar atau terpencil di Indonesia. (AWE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas.com, Rabu, 16 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-6707961810294976600?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/6707961810294976600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/infrastruktur-sinergikan-uso-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/6707961810294976600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/6707961810294976600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/infrastruktur-sinergikan-uso-dengan.html' title='Infrastruktur : Sinergikan USO dengan Internet Pedesaan'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-119326173951680255</id><published>2008-12-16T04:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T05:18:59.021-08:00</updated><title type='text'>INTERNET MURAH DI KABUPATEN SUKABUMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUejWlVccHI/AAAAAAAAAAo/2ElOwZBusnE/s1600-h/1_782889205m.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 272px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUejWlVccHI/AAAAAAAAAAo/2ElOwZBusnE/s320/1_782889205m.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280368696489701490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;*.inzet penulis dengan baju putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERNET MURAH DI KABUPATEN SUKABUMI&lt;br /&gt;Oleh Asep Ikhwan Awaludin,SE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang penikmat akses internet murah saya selalu merenungi perjalanan panjang membangun infrastruktur RT/RW net yang terinspirasi dari perjalanan seorang Onno.W poerbo , pakar sekaligus pejuang IT yang menjadi ICON Internet rakyat yang mencita-citakan akses internet dengan harga  terjangkau / murah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1998, di Sukabumi hanya mengenal Telkomnet instan untuk akses internet dengan biaya Rp.6000/jam atau 144.000 per hari dengan kecepatan sangat standar . Bagi seorang guru yang memiliki keterbatasan biaya namun memiliki ketergantungan tinggi terhadap akses internet tentu saja fasilitas telkomnet instan merupakan barang yang sangat mewah. Pada saat itu belum ada Warnet di kab.sukabumi seperti di Cisaat, Cibadak,Pelabuhanratu dll. Disekolah saja hanya saya sendiri yang sering menggunakan akses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2002 kami mengajukan program Jarnet ke Dikmenjur dan mendapat bantuan hibah untuk membuat akses jaringan komputer di sekolah, pada saat itu kami mencoba share telkomnet instan ke 10 PC, cukup lumayan untuk ukuran sekolah didaerah. Kemudian tahun 2003 kami mendapat fasilitas bantuan JIS (Jaringan Informasi Sekolah) dan kami bisa share dengan sekolag lain dengan ujicoba Wireless Lan dan diujicobakan akses melalui modem dan akses FREN . Pada Tahun2005 kami mendapat bantuan ICT Center dan kami membangun syurga akses internet murah melalui pengembangan Wide Area Network (WAN) KOTA melalui akses frekuensi 2,4 GHz. Akses yang didapat berasal dari subsidi melalui VSAT IM 2 Indosat , Alhamdulillah ketekunan kami dalam memperjuangkan akses internet murah ke sekolah dan komunitas masyarakat mendapat dukungan dari pihak Dinas, pemda dll. Kami memiliki 12 klien sekolah, 3 warnet dan 5 orang perorangan guru. Kemudian tahun 2006 kami mengembangkan perangkat WAJANBOLIC (Foto-foto bisa diakses di www.gun001.multiply.com ) sehingga bisa dinikmati akses internet unlimited 100 rb perbulan dengan perangkat dengan hanya modal 200 ribu rupiah. Berkembang dari infrastruktur ke Contain melalui pelatihan JARDIKNAS tahun 2007 (Agustus-Oktober) dan pengembangan Wajanbolic goes to jardiknas menghasilkan workshop perangkat + Contain dengan menghadirkan Mas Gun (Penemu Wajanbolic-dari Stasiun bumi Indosat Jatiluhur) dan diikuti 8 perwakilan kab/kota jabar-banten, Alhamdulillah Kang hery dari ICT Center Rangkas bitung, lebak juga menjadi pionir internet murah di kab. lebak kemudian Kang Nunu dari Univ.Mathlaul Anwar pandeglang menjadi inspirator dan pegiat internet murah di Pandeglang, tidak ketinggalan MASTERPIECE ICT Jawa Barat " Gun Gun Gunawan " yang menjadi blueprint bagi pengembangan ICT Center Kab Sukabumi di masa depan juga ikut mengembangkan akses internet murah di Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini kami ditunjuk sebagai Agen Speedy oleh PT Telkom Sukabumi dan berhasil menyambungkan 823 SSL untuk sekolah,guru,siswa,desa,kecamatan di daerah-daerah yang terjangkau speedy. Alhamdulillah sekolah saat ini sudah menikmati akses internet gratis melalui program schoolnet dan banyak komunitas dan perorangan mendapat akses internet murah melalui ISP yang berdiri seperti Warnet Cepot, ICT Kota, MCP, USL , BUMI ONLINE dengan hanya 300rb-an per bulan unlimited .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa masih menyimpan banyak PR karena masih banyak sekolah yang belum memiliki komputer, guru-guru yang bermimpi memiliki laptop murah atau murid yang bermimpi memiliki PC pribadi dirumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memiliki obsesi di tahun 2009 untuk membangun Desa Online, Kampung Digital, atau RT/RW Online meskipun hanya pilot project minimal hal tersebut bisa menjadi pemicu pengembangan internet murah dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perusahaan IT yang bergerak dibidang Akses Internet Via Listrik (PLC) yaitu Mahameru, melalui Bapak Agus,ST sejak bulan desember ini merencanakan pembangunan kampung digital berbasis akses internet via listrik (BPL) didaerah pedalaman/terpencil yang tidak terjangkau kabel telepon atau sinyal handphone. Semoga Bapak Bupati Kab.Sukabumi atau Bapak Gubernur Jawa Barat mendukung dan memberikan bantuan untuk pilot project solusi alternatif internet murah melalui jaringan listrik PLN ini dalam rangka pencerdasan bangsa sehingga dapat meningkatkan mutu IPM Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukabumi Cerdas !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-119326173951680255?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/119326173951680255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-di-kabupaten-sukabumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/119326173951680255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/119326173951680255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-di-kabupaten-sukabumi.html' title='INTERNET MURAH DI KABUPATEN SUKABUMI'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUejWlVccHI/AAAAAAAAAAo/2ElOwZBusnE/s72-c/1_782889205m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-1007757208434192976</id><published>2008-12-15T21:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T21:06:05.366-08:00</updated><title type='text'>Menang karena Pandai, Bukan karena Berkuasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menang karena Pandai, Bukan karena Berkuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Onno W Purbo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNOLOGI informasi (TI) merupakan alat bantu yang sangat efektif bagi seseorang, sebuah institusi atau sebuah negara, jika mereka bertumpu pada kekuatan otaknya dan bukan pada kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan otot semata. Namun, dengan hanya memiliki rakyat berpendidikan tinggi kurang dari lima persen, sulit bangsa Indonesia untuk menang berkompetisi di era globalisasi yang berbasis informasi dan pengetahuan; sekalipun dibantu oleh komputer secanggih apa pun.Dalam kebijakan nasional, teknologi informasi menjadi kunci dalam dua hal, efisiensi proses dan memenangkan kompetisi. Andaikan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mau berkata, "Urusan KTP, perizinan, surat tanah harus dapat selesai dalam waktu 15 menit, tanpa perantara dan transparan" sebuah parameter kontrol efisiensi proses yang ekstrem. Alat bantu TI akan mendorong e-Government dan efisiensi proses. Sialnya, alat bantu TI tidak ada artinya kalau kualitas dan budaya SDM yang ada di belakangnya kurang baik.&lt;br /&gt;Political will Abdurrahman Wahid dan Mendiknas A Yahya Muhaimin untuk menyatakan "40 persen tenaga kerja harus berpendidikan tinggi" secara taktis diimplementasikan dengan "memasukan TI sebagai kurikulum wajib sejak SD" menjadi dasar memperkuat kemampuan bangsa dan memenangkan kompetisi di era globalisasi.&lt;br /&gt;Infrastruktur akses ke dunia informasi kunci keberhasilan implementasi pernyataan politik di atas. Semua jadi bagian integral Gerakan Nasional Telematika (genetika@yahoogroups.com) yang dicanangkan Luhut dan Hikam akhir Januari 2001.&lt;br /&gt;Linux berbahasa Indonesia&lt;br /&gt;TI mempergunakan bahasa Indonesia sempat disentil Abdurrahman Wahid, meskipun pernyataannya tentang hal itu sudah basi, terutama bagi kami yang memakai sistem operasi Linux. Tanpa diminta beberapa aktivis Linux berjibaku mengembangkan TI berbahasa Indonesia. Mereka terutama di motori I Made Wiryana dan kakaknya Wayan dari Trustix http://www.trustix.co.id.&lt;br /&gt;Trustix Merdeka (http://merdeka.trustix.co.id) adalah Linux karya Trustix untuk bangsa Indonesia dan mempergunakan bahasa Indonesia pula. CD Trustix Merdeka dibahas dan disebarkan gratis di majalah InfoLinux (http://www.infolinux. co.id) edisi Februari 2001. InfoLinux digerakan oleh komunitas Linux berpemegang saham 50 orang.&lt;br /&gt;Selain Made dan Wayan, banyak aktivis Linux Indonesia yang berkiprah untuk negeri ini, misalnya, aktivis yang tergabung dalam Linux Documentation Project (LDP) menerjemahkan berbagai naskah dan dokumentasi seperti HOWTO ke dalam bahasa Indonesia. Aktivitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) bisa dibaca pada http:// www.linux.or.id, sedangkan Tim Pandu http://pandu.dhs.org dengan gigih menyosialisasikan Linux berbentuk naskah, tulisan dan buku berbahasa Indonesia yang disebarkan gratis. Sebagian besar istilah TI sudah di-Indonesiakan sejak tiga tahun lalu oleh Pusat Bahasa yang berlokasi di sekitar Rawamangun, Jakarta.&lt;br /&gt;Linux menarik bagi warnet (warung Internet), karena memungkinkan penggunaan komputer tua yang masing menggunakan prosesor 286, 386, dan 486 sebagai terminal murah tanpa disket dan hard disk untuk akses Internet, seperti dilakukan Warnet Pointer Umar@pointer.web. id di Medan. Selain itu Linux memungkinkan server, peralatan komunikasi tanpa kabel dibuat sendiri di Indonesia seperti dilakukan oleh teman-teman warnet di Makassar, Medan, Bandung, Malang, Yogya, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Linux merupakan fenomena yang luar biasa, seperti desa mengepung kota, kaum lemah, bersatu saling tolong mengembangkan perangkat lunak Linux. Semua program (source code) dibuka dan disebarkan secara gratis melepaskan hak ciptanya untuk kepentingan publik sehingga semua orang bisa belajar karena tidak ditutupi, sebuah pengorbanan yang luar biasa.&lt;br /&gt;Linux secara legal bisa digunakan begitu saja secara gratis dan tidak perlu membajak piranti lunak. Predikat memalukan yang melekat pada bangsa Indonesia sebagai 10 negara pembajak piranti lunak terbesar di dunia tidak perlu disandang dengan menggunakan sistem operasi ini bagi yang tidak mampu membeli sistem operasi dari Microsoft.&lt;br /&gt;Akses ke dunia informasi&lt;br /&gt;Akses ke dunia informasi dan pengetahuan menjadi rintangan nyata maupun psikologis. Secara psikologis, banyak guru, kepala sekolah dan yayasan memperoleh persepsi bahwa Internet, komputer adalah mahal dan merusak akhlak. Banyak guru kurang berminat pada hal baru seperti komputer. Tak terpikirkan hal positif dari benda-benda tersebut, seperti pisau: komputer dan Internet bisa bermata dua.&lt;br /&gt;Konsep warnet yang diimplementasi di SMK oleh Dikmenjur (Direktorat Menengah Kejuruan) (dikmenjur@yahoogroups. com) membuktikan keberhasilan mengintegrasikan 400+ SMK di seluruh Indonesia sebagian secara swadaya masyarakat. Siswa menanggung beban sangat rendah Rp 1000 per siswa per bulan untuk akses e-mail Internet seperti di SMKN 1 Ciamis. Artinya teknologi informasi dan akses Internet dapat menjadi fasilitas swadana di sekolah. Investasi fasilitas Rp 20 juta-50 juta per sekolah bisa kembali dari iuran siswanya sendiri dalam waktu satu-1,5 tahun saja.&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh menjadi mungkin, jaringan 20+ perpustakaan digital telah berkembang oleh Indonesia Digital Library Network http://idln.itb. ac.id dan Indonesia CyberLibrary Network i_c_s@yahoogroups.com. Pemerataan pengetahuan, pemenuhan hak asasi manusia untuk berkomunikasi dan berperan di dunia informasi seperti di tuangkan dalam Ketetapan (Tap) MPR Nomor XVII/MPR/1998 dipenuhi tanpa perlu berhutang pada Bank Dunia, ADB, dan IMF.&lt;br /&gt;Dunia pendidikan paling strategis karena masa depan bangsa di tentukan oleh anak bangsa yang pandai bukan yang berotot dan berkuasa. Massa orang pandai dan menggunakan Internet pada hari ini hanya dua juta orang (menurut APJII). Dengan kekuatan satu persen saja, Indonesia akan dilibas oleh negara tetangga di era globalisasi. Strategi sederhana harus digalakkan, jumlah SMU, SMK, pesantren, dan PTS, di seluruh Indonesia hanya sekitar 25.000 buah.&lt;br /&gt;Dephub (Departemen Perhubungan) Postel (Pos dan Telekomunikasi) harus berani mengambil inisiatif kebijakan untuk memaksa mekanisme Universal Service Obligation (USO) untuk mengorbankan 25.000 saluran telepon dari 10 juta total saluran yang ada untuk memandaikan anak bangsa. Di samping, membebaskan frekuensi ISM band 2.4GHz dan 5.8GHz. Jika di tunjang kemudahan dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Bea dan Cukai, PMA, pajak, dan lain-lain. Bukan mustahil lima tahun lagi ada sekitar 20 juta (10 persen) bangsa ini menjadi pandai dan harus diperhitungkan oleh masyarakat internasional dalam kompetisi era globalisasi.&lt;br /&gt;Perjuangan di akses Internet terutama akan bertabrakan dengan Telkom dan KSO-nya serta pengatur frekuensi di negara ini. KSO Telkom secara semena-mena telah menaikkan biaya langganan menerima telepon (dial-in) menjadi Rp 300.000 per bulan (dari Rp 30.000 per bulan) bagi ISP di Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, tanpa persetujuan pemerintah dan DPR. Hal ini akan mematikan akses informasi dan pengetahuan bagi sebagian bangsa ini.&lt;br /&gt;Konsekuensinya, beberapa rekan di Koperasi Warnet Bandung (Kowaba), Asosiasi Warnet Surabaya, Yogyakarta, Malang, dan kota lain yang kreatif melalui asosiasi-warnet@yahoogroups.com bahu membahu bekerja sama membangun Warnet Broadband karena sangat sulit dan mahal sekali menyewa leased line broadband ISDN maupun DSL 1-2Mbps dari Telkom.&lt;br /&gt;Fenomena "dotcom"&lt;br /&gt;Dengan berkembangnya akses dan massa pengguna Internet di Indonesia, memicu perkembangan usaha pada Internet yang kita kenal sebagai dotcom.&lt;br /&gt;Kehancuran dotcom di awal tahun 2000 menjadi pelajaran bagi banyak dotcommers di dunia. Model bisnis yang baik mengurangi kebakaran modal yang selama ini menjadi ciri banyak dotcommers.&lt;br /&gt;Dengan model bisnis yang tepat dan baik, beberapa dotcom Indonesia ternyata bisa survive dan terus berkiprah dengan baik. detik.com dan kompas. com merupakan contoh sukses bagi banyak dotcommers Indonesia. Media online memang menjadi primadona model dotcommers yang sukses di banyak negara.&lt;br /&gt;Tentunya masih banyak dotcommers yang juga bisa survive di Indonesia dengan fokus usaha yang tajam. Indosatcom www.dagang2000.com bekerja sama dengan www.meetchina.com memfokuskan pada fasilitasi perdagangan elektronik B2B (bukan B2C seperti kebanyakan dotcommers). Pola hybrid antara perdagangan secara riil atau fisik disatukan dengan dunia cyber menjadikan konvergensi dagang yang sempurna.&lt;br /&gt;LippoShop.com berbeda dengan dagang2000.com, mereka memfokuskan lebih kepada B2C dengan start awal captive market Lippo yang sudah ada. Parapak, salah seorang Komisaris LippoNet mengakui pola hybrid juga dilakukan yang ternyata menunjukkan bahwa sekitar 90 persen transaksi melalui metoda konvensional bukan Internet.&lt;br /&gt;APEC pada saat ini sangat aktif menginternetisasi negara APEC. E-commerce adalah salah satu yang paling gencar dengan adanya APEC High Level Symposium on E-Commerce and Paperless Trading di Beijing 9-10 Februari 2001.&lt;br /&gt;Komunitas yang fokus menjadi karakter utama model bisnis dotcommers sukses. RadioClick.com bermitra dengan stasiun radio swasta di berbagai kota dan menggarap komunitas di radio tersebut. Pemberdayaan keberadaan komunitas menjadikan usaha win-win antara dotcommers dengan komunitasnya.&lt;br /&gt;Natnit.net menggarap komunitas warnet di seluruh Indonesia, melalui majalahnya interaksi dilakukan. Data lengkap 1200+ warnet yang bertambah empat-10 warnet setiap hari dapat dilihat di Natnit.net.&lt;br /&gt;IndoExchange.com salah satu portal tertua Indonesia contoh sebuah dotcom yang fokus pada masyarakat industri finansial/ bursa. Informasi keuangan, berita bisnis, index saham, dan portfolio berbagai perusahaan menjadi secara transparan sehingga menarik pemain bursa berlangganan ke IndoExchange.com. Bagi para traveller, wisatawan akan sangat terpikat pada BaliOnLine indo.com. Mereka contoh beberapa dotcommers Indonesia yang sukses berkiprah di komunitasnya.&lt;br /&gt;Keberhasilan para dotcommers menarik banyak usaha pendukungnya. Internet Data Center (biz.net.id) membuka peluang untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan murah di Internet. Usaha mendata dotcommers dilakukan oleh beberapa portal seperti indopage. com, searchindonesia.com dan bluebookdirectory.com.&lt;br /&gt;Keahlian Web programmer dan teknisi jaringan Internet amat dicari. Memang kebanyakan ilmu Internet dapat dipelajari sendiri di Internet melalui mailing list, web, manual perangkat lunak. Sialnya, kesempatan itu masih sangat terbatas bagi dua juta orang Indonesia saja. Dukungan berbagai media cetak, seperti Chip, Infokomputer, NeoTek, PCPlus, DotCom, DotNet, dan lain-lain sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;Alangkah baiknya inisiatif seperti SMK plus TI (smk-ti@yahoogroups.com) yang dimotori Dikmenjur dapat dikembangkan ke jenjang sekolah lainnya baik SMP dan SMU. Sekolah Tinggi Informatika (STMIK dan lain-lain) tampaknya menjadi tumpuan untuk pasokan SDM TI. Mereka sering kali lebih siap pakai dibandingkan PTN untuk memasok kelangkaan tenaga TI yang banyak diisi orang asing khususnya India.&lt;br /&gt;Telepon Internet&lt;br /&gt;Harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpendidikan rendah. Dalam kondisi masyarakat demikian, komunikasi verbal (suara) menjadi sangat dominan dibandingkan dengan komunikasi tertulis.&lt;br /&gt;Teknologi Internet telepon (VoIP) diakui dapat mereduksi tarif SLJJ dan SLI menjadi 1/8 sampai dengan 1/10 dari tarif telekomunikasi yang ada sekarang. Internet Telepon menjadi solusi alternatif yang sangat menarik bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak mampu membayar tarif SLJJ dan SLI yang mahal.&lt;br /&gt;Alhamdullillah, tampaknya ada kesepakatan persepsi bahwa Telepon Internet (VoIP) melalui komputer tidak memerlukan izin. Sedang, jasa VoIP komersial melalui jaringan telepon Telkom tetap harus memohon izin lisensi dari Postel.&lt;br /&gt;Yang termasuk dibebaskan dari izin adalah VoIP melalui komputer yang tersambung ke Internet, komputer di warnet, komputer di kompleks perkantoran, bahkan jika kreatif dan dikembangkan terus bukan mustahil akan dapat berkembang menjadi Internet telepon untuk RT/RW-net, kecamatan, dan sebagainya, karena teknologi-nya sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan sangat murah dengan investasi 100 dollar AS per saluran lebih murah dari Telkom yang 1.000 dollar AS per saluran.&lt;br /&gt;Umumnya komputer multimedia dengan soundcard siap untuk Internet telepon yang sah dan tanpa perlu izin. Untuk memperbaiki kualitas suara, biasanya ditambahkan peralatan pemroses sinyal (Digital Signal Processing-DSP) berupa kartu antarmuka atau alat tambahan.&lt;br /&gt;Kartu atau alat tambahan ini berkisar antara 50 dollar AS-99 dollar AS per buah. Yang paling murah adalah VoIP blaster dari Creative http://www.creative. com yang dapat dihubungkan ke kanal USB di PC. Review berbagai peralatan VoIP ada di http://www.pulver.com/gateway/.&lt;br /&gt;Akhirnya, TI seperti juga teknologi lainnya, hanya merupakan alat bantu manusia untuk mencapai tujuan. Manusia dengan kekuatan otaknya yang akan menentukan kesejahteraan bangsa ini, pendidikan menjadi kunci utamanya, bukan kekuasaan atau kekuatan.&lt;br /&gt;* Onno W Purbo, penulis teknologi informasi independen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-1007757208434192976?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/1007757208434192976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/menang-karena-pandai-bukan-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/1007757208434192976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/1007757208434192976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/menang-karena-pandai-bukan-karena.html' title='Menang karena Pandai, Bukan karena Berkuasa'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-954562276462437588</id><published>2008-12-15T21:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T21:04:28.251-08:00</updated><title type='text'>Berharap Diaspora, Internet di Masa Depan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Berharap Diaspora, Internet di Masa Depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi internet sudah 15 tahun mengisi hidup manusia. Benarkah ia sudah memberi banyak manfaat?&lt;br /&gt;JEJARING internet menjadi syarat baru kemajuan. Gelombang ekonomi yang bergerak di ruang maya semakin memperkuat asumsi tersebut. Dengan begitu, internet bisa mengangkat kesejahteraan manusia.&lt;br /&gt;Kesejahteraan manusia terangkat lewat mekanisme hubungan sosial antarmasyarakat dunia. Dengan biaya murah, hubungan sosial via internet diasumsikan bisa menghadirkan lebih banyak bentuk kerja sama saling menguntungkan. Baik dari sisi ekonomi, solidaritas politik, pertukaran budaya, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kira-kira begitulah yang disampaikan Rob van Kranenburg. Seorang yang menjabat head of program public domain pada Waag Society Belanda. Waag Society merupakan lembaga yang peduli pada kaitan antara perkembangan teknologi dan budaya. Lembaga ini berada di Amsterdam Belanda.&lt;br /&gt;Namun, hubungan cantik itu sepertinya masih terlalu ideal bagi Indonesia. Kerja sama dan perputaran pengetahuan masih terlalu terfragmentasi pada sekelompok orang yang menyentuh teknologi ini saja.&lt;br /&gt;Di sisi demografis penduduk, pengguna internet masih didominasi kalangan menengah ke atas dan berdomisili di kota besar. Penggunanya, menurut Departemen Komunikasi dan Infomasi, sekitar 27 juta jiwa. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 50 juta orang pada akhir 2008 dengan alasan biaya internet yang semakin murah.&lt;br /&gt;Kenyataan itu tentu tidak terlalu menggembirakan. Bisa jadi perkembangan pesat teknologi internet tidak terlalu dirasakan sebagian besar penduduk di Indonesia. Akibatnya, jurang kesenjangan pengetahuan pun semakin lebar.&lt;br /&gt;"Di negara Eropa pun kami masih belajar menggunakan internet. Karena awalnya semuanya berbarengan dalam 15 tahun terakhir. Tentu saja masih butuh peran pemerintah dan komponen masyarakat untuk memajukan internet," katanya saat diskusi "Media and Creativity" di Common Room Jln. Kyai Gede Utama, 28 Juli lalu.&lt;br /&gt;Tentu saja tanggung jawab penyediaan infrastruktur tersebut terletak di tangan pemerintah. Sebagai penyelenggaran negara yang menjalankan amanat konsititusi perihal meningkatkan kecerdasan bangsa, mutlak pemerintah menyediakan akses yang lebih mudah. Mendekatkan masyarakat dengan internet merupakan salah satu menuntaskan amanah.&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, Gustaf mengatakan, hambatan teknologi merupakan satu hal yang menghambat kerja sama global. Selama ini, kata dia, kurangnya akses teknologi merupakan hambatan bagi perkembangan beberapa industri kecil dan menengah. "Kurangnya akses teknologi internet, memengaruhi pula minimnya akses pengetahuan," katanya.&lt;br /&gt;Tantangan ke depan&lt;br /&gt;Di masa datang, sebuah teknologi akan mampu memberikan kemudahan lebih jauh dalam kehidupan manusia. Ilustrasi sederhananya, orang tidak perlu menyediakan ruang untuk seperangkat set televisi sekadar menonton acara favorit karena tayangan virtual dengan mudah muncul di hadapan. Inilah sebuah visi teknologi "cerdas" yang akan menjadi bagian kehidupan manusia. Cukup dengan sensor dan perangkat kecil bernama chip, hidup manusia akan lebih ringan.&lt;br /&gt;Dalam istilah teknisnya disebut Ambient Intelligence. Pertama kali dipresentasikan oleh pusat penelitian Philips di tahun 1998. Philips membagi visi ini dalam berbagai kerja sama laboratorium komputer, komunikasi, dan telekomunikasi, misalnya dengan laboratorium media di MIT.&lt;br /&gt;Projek ini pun diteliti di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Prancis, dan Belanda. Di tahun 2004, simposium negara-negara Eropa diselenggarakan pertama kali guna membahas visi ini.&lt;br /&gt;"Ini akan menjadi tantangan lain bagi pemerintah dan masyarakat sipil di banyak negara, termasuk Indonesia," ujar Rob. ***&lt;br /&gt;agus rakasiwi kampus_pr@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-954562276462437588?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/954562276462437588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/berharap-diaspora-internet-di-masa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/954562276462437588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/954562276462437588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/berharap-diaspora-internet-di-masa.html' title='Berharap Diaspora, Internet di Masa Depan'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-4276740493892878185</id><published>2008-12-15T20:57:00.001-08:00</published><updated>2008-12-15T21:03:45.010-08:00</updated><title type='text'>Usaha Kecil dan Rumah Tangga di Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Usaha Kecil dan Rumah Tangga di Dunia Maya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DATA di Departemen Koperasi (http://www. depkop.go.id) menunjukkan adanya 38 juta usaha di Indonesia yang 98 persen didominasi oleh usaha kecil menengah yang mempekerjakan 58 juta pekerja.&lt;br /&gt;Dalam dunia industri ternyata didominasi oleh industri kecil dan rumah tangga sekitar 2,7 juta industri (dengan enam juta-an pekerja), sedang industri besar dan menengah hanya berjumlah 23.000 buah (dengan empat juta pekerja). Memang industri rumah dan kecil ini hanya memutarkan 10 persen dari total uang yang berputar tetapi menghidupi sebagian besar rakyat kecil yang ada di Indonesia seperti ditunjukkan oleh laporan Kompas-BPS bulan Agustus 2000. Jelas bahwa pemberdayaan usaha dan industri kecil dan rumah tangga akan menjadi kunci bagi kelangsungan hidup sebagian besar rakyat Indonesia. Pertanyaan selanjutnya adalah-mungkinkah teknologi informasi yang tampaknya demikian kompleks dapat digunakan untuk memberdayakan usaha kecil? Perlukah mempunyai komputer untuk berpartisipasi di usaha melalui Internet? Perlukah penguasaan teknologi informasi yang canggih untuk usaha di Internet? Berapa biaya operasional bulanan yang harus dikeluarkan? Adakah cara yang sederhana untuk menarik pembeli atau mitra melalui Internet? Perlukah kita menguasai bahasa Inggris dengan baik?-demikian sekelumit pertanyaan yang akan menghantui orang yang ingin terjun ke usaha di Internet tersebut. Kepercayaan ("trust") Dalam dunia usaha manapun, setiap orang akan berusaha untuk menjaga kelanggengan hubungan dengan mitra dan pelanggan. Hubungan baik ini hanya mungkin terjadi jika ada kepercayaan/trust/niat baik dari semua pihak yang terkait dalam transaksi usaha/dagang yang berlangsung. Dalam bahasa sederhananya, kerjaan biasanya datang dari teman-merupakan sebuah ungkapan sederhana dan benar adanya, walaupun jika dilakukan terlalu over dosis akan terasa nuansa KKN di dalamnya. Seni lanjutan yang perlu di kuasai adalah seni untuk meningkatkan/menjaga kepercayaan/trust/niat baik tersebut. Teknik tradisional yang sering digunakan untuk meningkatkan kepercayaan/trust/niat baik biasanya sangat sederhana, yaitu, silaturahmi, berdiskusi, ngobrol, berdialog, berinteraksi, tatap muka, dan lain-lain. Proses ini secara alamiah akan memungkinkan terjadinya pengertian yang mendalam akan berbagai hal antara pihak yang melakukan diskusi/dialog/silaturahmi tersebut. Kadang kala proses perkenalan memegang kunci yang sangat strategis, berbagai hal dilakukan untuk memberikan gambaran tingkat bonafiditas seseorang, mulai dari menggunakan kendaraan bermerek, kantor yang megah, mewah, dan lain-lain. Pada tingkat tradisional, impresi tersebut di bangun menggunakan minimal KTP, ijazah, surat lamaran, resume. Bagi perusahaan besar kadang kala perlu mengeluarkan prospektus, company profile, hasil audit dari akuntan publik, dan lain-lain. Kadang kala sogok-menyogok pun dihalalkan pada saat perkenalan agar di loloskan dalam perolehan proyek. Cara konvensional di atas sebetulnya menjadi jantung dalam dunia usaha manapun termasuk usaha melalui Internet. Jadi kepercayaan/trust kunci usaha di Internet. Pada teknologi Internet tingkat lanjut, kita mengenal adanya Certificate Authority (CA), Registration Authority (RA), Public Key Infrastructure (PKI) untuk memperkenalkan, mengautentikasi, mengidentifikasi seseorang/sebuah perusahaan yang prosesnya didukung berbagai teknologi keamanan jaringan seperti Socket Secure Layer (SSL), dan lain-lain. Efisiensi transaksi yang kemudian dikenal sebagai e-commerce dilakukan menggunakan Electronic Data Interchange (EDI), eXtensible Markup Languge (XML), dan lain-lain. Bagi pembaca yang tertarik untuk melihat-lihat teknologi e-commerce yang lebih lengkap dapat melihatnya antara lain di &lt;a href="http://ecommerce.internet.com,/" target="_blank"&gt;http://ecommerce.internet.com,&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.bogor.net/idkf/" target="_blank"&gt;http://www.bogor.net/idkf/&lt;/a&gt; jangan lupa mencari berbagai whitepaper di Internet. Apakah perlu bagi usaha kecil dan rumah tangga yang ingin berusaha di Internet untuk menggunakan semua teknologi yang rumit ini? Jawab singkatnya-tidak perlu! Ada banyak cara sederhana yang memungkinkan seseorang/pengusaha kecil untuk berkiprah dan memperlebar kemitraannya dengan sarana komunikasi dan interaksi Internet. Modal masuk ke dunia maya Berapa modal? Berapa investasi? Spesifikasi Komputer yang perlu disiapkan? Jawab singkatnya-cukup dengan bermodal beberapa puluh ribu rupiah saja, usaha di Internet dapat dilakukan. Tentunya akan sangat ideal jika anda memiliki komputer sendiri di rumah, atau meminjam ke tetangga; tetapi tanpa itu pun anda dapat berkarya di Internet. Beberapa teman saya bahkan hanya menggunakan komputer kelas 486 (kadang kala bekas) untuk melakukan usaha di Internet ini dan berhasil dengan lumayan. Terus terang, modal utama yang akan sangat mendominasi keberhasilan seseorang atau sekelompok orang untuk dapat survive di Internet bukan dari peralatan atau uang yang dimilikinya-tetapi niat, kegigihan, konsistensi dan kemauan keras untuk membaca dan belajar terus-menerus. Tidak berbeda dengan kiat usaha di dunia nyata. Bagaimana mungkin dengan modal hanya beberapa ribu rupiah seseorang dapat berkiprah di Internet? Warnet menjadi jawaban dari ini semua. Pada saat ini akses melalui warnet sudah sedemikian murah hanya dengan Rp 3.000-Rp 5.000 per jam seseorang dapat mengakses Internet tanpa perlu memiliki komputer dan telepon sendiri. Bahkan si penjaga warnet sering kali dengan senang hati mengajari pelanggannya untuk menggunakan Internet. Bila kita membutuhkan informasi, sering kali bisa juga para penjaga warnet ini membantu mencari informasi yang dibutuhkan tersebut. Pangkalan tetap para "warneter" ini berada di &lt;a href="mailto:asosiasi-warnet@yahoogroups.com"&gt;asosiasi-warnet@yahoogroups.com&lt;/a&gt; Jika teknologi warnet diterapkan di sekolah-sekolah, sebetulnya akses Internet dapat di tekan menjadi sekitar Rp 5.000-Rp 8.000 per bulan per siswa; sehingga amat sangat murah bagi para siswa untuk mencari ilmu dan belajar mandiri. Biaya bersilaturahmi di Internet Silaturahmi, dialog, diskusi adalah cara tradisional bahkan mungkin cara paling kuno untuk membangun kepercayaan/ trust. Berbeda dengan dunia nyata dimana kita berada pada saat ini, proses silaturahmi, diskusi, dan dialog membutuhkan biaya yang mahal dan amat sangat tidak efisien. Tidak percaya? Pernahkan kita mendengar adanya dialog nasional? Rekonsiliasi politik? Kompromi politik? Dengar pendapat? Sowan dan sebagainya yang memakan banyak uang untuk transportasi, untuk konsumsi para pengantar, ajudan, dan sebagainya, belum waktu yang harus kita keluarkan. Memang pada hari ini ada jasa Pos yang mungkin hanya beberapa ribu rupiah saja untuk mengirimkan surat dan informasi penting dari satu tempat ke tempat lain. Memang pada hari jasa telepon yang pulsa lokalnya sekitar Rp 70-Rp 80 per menit dan akan naik sebanyak 40-50 persen dalam waktu dekat. Jadi apakah keuntungan yang bisa diperoleh dari Internet? Terus terang, biaya Internet saya per bulan adalah Rp 40.000-Rp 60.000 per bulan dan biaya telepon saya sekitar Rp 250.000 per bulan. Proses dialog yang dilakukan menghasilkan sekitar 600 surat (e-mail) per hari atau sekitar 18.000 surat per bulan yang dikirim ke ribuan orang ke seluruh dunia. Artinya biaya yang perlu dikeluarkan untuk bersilaturahmi dengan ribuan orang hanya sekitar Rp 15 per surat. Gilanya, dengan biaya demikian murah surat yang dikirim hanya membutuhkan waktu beberapa menit kadang detik untuk mencapai tujuan, sehingga jauh lebih cepat daripada jasa Pos yang membutuhkan waktu beberapa hari kadang beberapa minggu keluar negeri. Lokasi diskusi di Internet Tempat diskusi di Internet pada hari ini jumlahnya amat sangat banyak sekali (mungkin puluhan ribu buah). Bagi para pemain yang sering ngobrol di Internet akan terasa sekali manfaat dari diskusi ini yang selain meningkatkan kepercayaan antar orang dan juga pada akhirnya menimbulkan berbagai transaksi yang menguntungkan bagi semua pihak yang berinteraksi. Yahoogroups.com (http:// www. yahoogroups.com) merupakan salah satu tempat terbesar di Internet tempat pangkalan diskusi berbagai topik mulai dari politik, pendidikan jarak jauh, asosiasi warnet, bisnis, finansial, ketuhanan, rekreasi, sport, seni, kerajinan amat sangat banyak sekali dan setiap orang yang memiliki e-mail di yahoo.com (http://mail. yahoo.com) dapat membuat sendiri tempat diskusinya yang dapat terbuka ke semua orang di seluruh dunia untuk berpartisipasi. Perlu dicatat bahwa semua ini dilakukan secara gratis tidak perlu membayar apa-apa. Teknik yang perlu dikuasai untuk berpartisipasi dalam berdiskusi ini hanya kemampuan membaca dan menulis e-mail saja. Yang terus terang, amat sangat sederhana dan bahkan dapat dilakukan orang para senior kita yang usianya diatas 65 tahun. Untuk berpartisipasi/join sebuah mailing list cukup mengirimkan mail kosong ke &lt;a href="mailto:nama-mailinglist-subscribe@yahoogroups.com"&gt;nama-mailinglist-subscribe@yahoogroups.com&lt;/a&gt; jika kita sudah tahu nama-mailinglist-nya. Jika kita belum tahu nama mailing list yang kita minati, maka kita dapat dengan mudah mencarinya di &lt;a href="http://www.yahoogroups.com/" target="_blank"&gt;http://www.yahoogroups.com&lt;/a&gt; Beberapa contoh nama mailing list akan ditampilkan dibawah ini. Jika ternyata tidak ada, maka kita dapat membuat sendiri sebuah mailing list yang kita inginkan. Adakah mailing list yang cocok untuk usaha kecil dan rumah tangga di Indonesia? Jawab singkatnya-amat sangat banyak. Contoh sederhana, kita semua tahu bahwa banyak sekali ibu-ibu di Tasikmalaya, di Padang yang berkarya di rumahnya melakukan usaha bordir yang hasilnya sebagian dijual secara lokal, sebagian lagi dijual ke mancanegara melalui pusat pariwisata di Bali, misalnya. Tentunya akan sangat menguntungkan sekali jika wawasan dan kemitraan para ibu ini dapat diberdayakan agar usaha rumah tangganya menjadi maju. Di yahoogroups.com ternyata tempat belajar, berteman, bermitra tentang bordir, menjahit, dan lain-lain amat sangat banyak dan banyak diminati orang baik beberapa tempat diskusi bahkan mempunyai anggota ribuan jumlahnya. Beberapa nama tempat diskusi mailing list tersebut antara lain &lt;a href="mailto:TheBBD@yahoogroups.com"&gt;TheBBD@yahoogroups.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:Elsasdesigns@yahoogroups.co"&gt;Elsasdesigns@yahoogroups.co&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:CravysEmbroideryShop@yahoogroups.com"&gt;CravysEmbroideryShop@yahoogroups.com&lt;/a&gt; Selain teknik bordir, masih banyak yang lain yang berkaitan dengan ibu-ibu, misalnya, menjahit di sewing_about, sew-whats-new, Wadeslist, Lookin 4designs, digitizewithus, newdesigns dsb. Bagi penggemar membuat Quilt juga ada tempat diskusi seperti quilting_about, scquilters, QuiltersMarket dsb. KitchenCraftnMore, freekidscraft, craftzone, makingfriends yang akan sengat menarik bagi para ibu muda dan putra-putri-nya dan tentunya masih banyak lagi semuanya di yahoogroups. com. Tentunya bagi para perajin di Bali, Yogyakarta, Jepara, dan sebagainya juga terdapat banyak tempat diskusi yang mungkin akan membawa inspirasi dalam bekerja, misalnya, blacksmiths, Artist_blacksmith bagi perajin metal; furniture, woodworking, woodplace bagi penggemar dan perajin kayu/ furniture; jewelry ma king_about, jewelryarts, Wire_Wrap_Jewelry, jewelrytrends bagi para penggemar, perajin perhiasan- semua-nya dapat di ikuti melalui e-mail di yahoogroups. com. Tentunya mengerti sedikit membaca bahasa Inggris akan sangat membantu. Pola usaha melalui silaturahmi Untuk dapat berusaha di Internet melalui berbagai mailing list di atas yang perlu dilakukan sebetulnya tidak banyak. Setelah subscribe (berlangganan) ke mailing list yang kita tuju, maka mailbox akan terisi mail diskusi dari mailinglist yang dilanggan. Dengan membaca dan mempelajari berbagai diskusi yang masuk maka secara naluriah kita akan mengenal medan yang ada di hadapan kita, siapa saja player utama dalam forum tersebut, bagaimana mekanisme usaha yang dilakukan, dan lain-lain. Proses pengenalan medan biasanya membutuhkan waktu agak lama, mungkin sekitar 6-12 bulan, jika kita termasuk peserta pasif. Jika kita masih kurang PD (percaya diri), ada baiknya diskusi dilakukan secara perlahan dengan cara mengirimkan pertanyaan/komentar secara pribadi ke peserta diskusi yang lain. Dengan semakin meningkatnya PD Anda dalam lingkungan yang baru ini, maka Anda bisa saja mengirimkan mail langsung ke tempat diskusi/mailing list. Semakin banyak anda merespons kepada rekan-rekan yang lain akan semakin baik untuk memperlihatkan eksistensi kita di forum diskusi dunia maya ini. Tentunya jangan sekali-sekali berbicara/merespons sembarangan karena akan mengurangi kredibilitas kita sendiri. Jika kepercayaan/trust telah terbentuk dan semua orang tahu kelebihan yang Anda miliki, biasanya berbagai permohonan usaha dan jasa, Insya Allah akan datang secara perlahan kepada Anda. Yang menarik, proses ini membutuhkan biaya yang sangat murah hanya beberapa puluh ribu rupiah per bulan jika dilakukan melalui Warnet; atau sekitar Rp 40.000-Rp 60.000 per bulan jika dilakukan dari rumah dengan komputer sendiri. Strategi naif ini akan sangat cocok bagi usaha kecil dan rumah tangga yang bermodal pas-pasan. Tentunya kemampuan membaca bahasa Inggris akan banyak membantu.&lt;br /&gt;* Dr Onno W Purbo, penulis teknologi informasi independen .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-4276740493892878185?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/4276740493892878185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/usaha-kecil-dan-rumah-tangga-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/4276740493892878185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/4276740493892878185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/usaha-kecil-dan-rumah-tangga-di-dunia.html' title='Usaha Kecil dan Rumah Tangga di Dunia Maya'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-4870817241346726957</id><published>2008-12-15T20:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T20:53:24.465-08:00</updated><title type='text'>Internet Murah dari Star One</title><content type='html'>Tuesday, April 22, 2008&lt;br /&gt;&lt;a name="3731484080974593189"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indhack106.blogspot.com/2008/04/internet-murah-dari-star-one.html"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Internet Murah dari Star One&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;br /&gt;Slogan internet goes to school bagi saya hanya gencar iklannya saja. Tidak perlu melirik anak sekolah surfing internet, saya mahasiswa Ilmu Komputer dari universitas negeri favorite yogyakarta saja masih kesulitan dalam hal akses internet. Sebenarnya kampus memberikan jatah untuk setiap mahasiswanya kases internet 60 jam tiap semester, namun karena beberapa kendala diantaranya jumlah komputer yang tidak mencukupi karena harus berbagi dengan mahasiswa lain. Ada sekitar 100 komputer untuk digunakan bersama 3000an mahasiswa aktif lainnya dalam satu fakultas. Belum lagi koneksi yang super lambat menambah panas hati yang lelah mengantri. Sistem Operasi berumur 10 tahun (Windows 98). Colokan USB untuk flash disknya pun tidak disediakan alias disembunyikan. Apa maksudnya keinternet tanpa mendownload sesuatu, atau boleh saja mendownload tapi hanya bisa dicopy lewat operator dan kita membayar RP 1000 untuk setiap data sebesar 256mb. (-_-;). Padahal saya yakin setiap mahasiswa sebenarnya telah membayar fasislitas internet tersebut dalam satu paket SPP jika dihitung per jam Rp3000 bagi orang luar fakultas maka jumlahnya sebesar Rp 180.000. tiap semester. Jikalau semua mahasiswa ingin menggunakan jatah akses, tidak akan mungkin tertampung dan tergunakan hingga akhir semester selanjutnya. Dan ini menggunakan sistem gugur, yaitu jatah yang tersisa akan terbakar saat masuk semester selanjutnya.&lt;br /&gt;Kampus juga menyediakana fasilitas hot spot Wifi dilingkungannya, jadi kita bebas melakukan surfing menggunakan laptop. Sayang seribu sayang hanya mahasiswa mampu saja yang bisa menikmati fasilitas ini. Mahasiswa kampus rakyat serakyat-rakyatnya hanya bisa gigit jari. Warnet ? ngantri, jauh dan mahal oi... Belum lagi kalo lelet akibat banyaknya pengguna warnet, virusnya juga bejubel.&lt;br /&gt;Kabar gembira untuk rekan mahasiswa yang gemar browsing internet namun sesnsitif harga, kini hadir paket koneksi internet dari star one. Kita bisa menggunakan sim card star one dan sebagai modemnya dapat kita gunakan HP CDMA. Pilihan lain ada modem USB atau PCMCIA pilihlah sesuai kebutuhan. Saya akan menyarankan anda untuk menggunakan USB modem karena dapar digunakan di Laptop atau komputer desktop.&lt;br /&gt;Terdapat dua macam jenis kartu pada star one yaitu pra bayar dan pasca bayar.&lt;br /&gt;Untuk kartu pra bayar disediakan paket internet sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1. &lt;!--[endif]--&gt;Ngorbit Menitan(paket dasar)&lt;br /&gt;(Volume Based) Akses internet per kilobyte: 1 Rupiah / 1 Kb&lt;br /&gt;(Time Based) Akses internet per menit Rp 75 / menit.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2. &lt;!--[endif]--&gt;Ngorbit Bulanan(paket pilihan: ketik NGORBIT (spasi) BLN, kirim 7852)&lt;br /&gt;(Volume Based) Akses internet per kilobyte: 1 Rupiah / 1 Kb&lt;br /&gt;(Time Based) Akses internet per menit Rp 50 / menit.&lt;br /&gt;Untuk kartu pasca bayar disediakan paket internet sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1. &lt;!--[endif]--&gt;Ngorbit Menitan(paket dasar)&lt;br /&gt;Akses internet reguler per kilobyte (Kb) 0,9 /Kb&lt;br /&gt;Paket 350 MB ***49.000/bulan (selebihnya Rp. 300/Mb)&lt;br /&gt;Paket 1 GB ***99.000/bulan (selebihnya Rp. 300/Mb)&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2. &lt;!--[endif]--&gt;Ngorbit Bulanan(paket pilihan: ketik NGORBIT (spasi) BLN, kirim 7852)&lt;br /&gt;Akses internet reguler per kilobyte (Kb) 0,9 /Kb&lt;br /&gt;Paket 350 MB ***49.000/bulan (selebihnya Rp. 300/Mb)&lt;br /&gt;Paket 1 GB ***99.000/bulan (selebihnya Rp. 300/Mb)&lt;br /&gt;Pasca bayar diharuskan untuk langsung datang ke graha indosat untuk mendaftar dan menuggu sekitar 7 hari untuk di survey. Jika kita bandingkan harga dengan para kompetitornya bisa kita simpulkan ini adalah solusi paling murah denagan kualitas bisa diandalkan. Disarankan bagi anda yang gemar browsing dan dowload menggunakan time based. Sedangkan anda yang gemar chating pergunakan volume based. Kapan lagi kita akan mendapatkan akses internet murah dan merata karen perusaahan milik pemerintah saja masih sibuk mencari profit setinggi-tingginya. Kita bersyukur adanya perusahaan milik swasta yang dapat memverikan harga yang kompetitif. Saya mengharap untuk perusahaan lainnya mengikuti jejak star one agar biaya akses internet dapat benar-benar terjangkau. sehingga slogan internet goes to school dapat saya rasakan pula sebagai mahasiswa Ilkom.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-4870817241346726957?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/4870817241346726957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-dari-star-one.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/4870817241346726957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/4870817241346726957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-dari-star-one.html' title='Internet Murah dari Star One'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-7048171690976456089</id><published>2008-12-15T20:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T20:49:39.830-08:00</updated><title type='text'>Internet Murah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Internet Murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet tidak diragukan lagi sudah mengisi kehidupan bisnis di Indonesia. Dengan sekali colaps, optic kena gempa, bisnis yang mengandalkan komunikasi via email kelimpungan. Semua ISP sibuk mencari dan membeli jalur alternatif yang lebih lelet - satelit. Hal yang paling mengganjal adalah harga jasa koneksi internet yang masih mahal dibanding dengan negara lain. Kapan koneksi internet bisa murah di Indonesia?Detikinet juga beberapa kali menurunkan laporan khusus tentang murahnya internet di beberapa negara lain. Berikut ini cuplikan tarif internet dari detikinet.com.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/detikinet.com');" href="http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/12/time/164059/idnews/729767/idkanal/398" modo="false"&gt;Broadband Murah= US$ 26/Bulan&lt;/a&gt;Untuk kecepatan 512/256 kbps tarif yang dikenakan operator adalah US$ 40 per bulan, sedangkan untuk 1 Mbps/512 Kbps S$ 50, dan 2 Mbps/640 Kbps hanya US$ 68 per bulan. Murahnya tarif ini menyebabkan pengguna internet di Vietnam tumbuh pesat.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.detikinet.com');" href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/24/time/151919/idnews/734180/idkanal/328" modo="false"&gt;Internet Broadband Cukup Rp 215 Ribu per Bulan&lt;/a&gt;Cukup 22.000 Won per bulan, pengguna bisa menikmati koneksi internet berkapasitas 100 Mbps. Jika dirupiahkan, 22.000 Won kurang lebih Rp 215.000 (tepatnya Rp 213.238, dengan kurs 1 Won = Rp 9,69).&lt;br /&gt;Sempet dapat kabar dari teman, bahwa broadband di RRC cukup bayar sekitar Rp. 500.000 untuk 1 tahun unlimited dengan downstream 512 kbps. Kalau yang ini perlu validasi ulang.&lt;br /&gt;Sebenarnya pemerintah juga tidak berdiam diri. Pemerintah melalui Kominfo membuka peluang bagi investor untuk membuka jaringan kabel optik bawah laut langsung ke ujung backbone optik internet di Malaysia. Bahkan juga kemudian membuka peluang Palapa O2&lt;br /&gt;&lt;a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/detikinet.com');" href="http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/23/time/132830/idnews/733619/idkanal/328"&gt;Palapa Ring Dua tambah peminat&lt;/a&gt;Proyek ini menargetkan pembangunan tujuh cincin serat optik yang akan meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua serta delapan jaringan penghubung (back haul).&lt;br /&gt;Untuk kondisi saat ini, harga jasa koneksi internet di Indonesia memang dirasa cukup mahal. Sebagai contoh, untuk layanan broadband Speedy, Pelanggan personal dikenakan biaya Rp. 150.000 per bulan, harga di Bandung setelah discount 50%, dengan perbandingan upstream downstream : 64/384 kbps. Masalah lainnya limit bandwidth cuma 1 GB per bulan (hari gini dikasih jatah 1 GB/bulan?). Untuk dapat unlimited, harus merogoh kantong Rp. 1 juta per bulan (lagi-lagi discount 50%, selama masa promosi).&lt;br /&gt;Provider lain, dengan melalui cable TV, mematok harga sekitar Rp. 550.000,- per bulan sudah termasuk pajak, dengan ratio bandwidth 64/128kbps. Memang kemudian ada beberapa provider menyediakan yang mungkin lebih murah melalui radio pita lebar. Sayang tidak diketahui kualitas dari koneksi internetnya. Apakah mereka memang menjanjikan cepat adalah benar-benar cepat. Kenyataannya, Speedy pada peak time di siang hari, tetep saja lelet.&lt;br /&gt;Muncul generasi baru untuk internet mobile, seperti &lt;a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/3g.indosat.com');" href="http://3g.indosat.com/"&gt;3G Indosat&lt;/a&gt;. Layanan ini sementara cuma bisa dinikmati di Ibu kota saat ini. Lagi-lagi layanan ini belum murah. Walaupun mengandalkan kecepatan transfer sampai 2.6 Mega Bit per detik. Di situsnya dipasang harga Rp.10/kb. Jadi untuk 1 GB = Rp. 10juta?. Saya masih belum ngerti dengan “paket promo data” yang ditawarkan yang berharga Rp. 130.000,- + kelebihan Rp.0,5/kb. Kok bisa beda ya? Trus apa bedanya “high speed internet” dengan “paket promo data”?&lt;br /&gt;Jadi kapan internet di Indonesia bisa murah&lt;br /&gt;Jawabanya mungkin adalah : setelah koneksi langsung ke backbone direalisasikan dan Palapa O2 benar-benar direalisasikan. Nunggu berapa tahun ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-7048171690976456089?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/7048171690976456089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/7048171690976456089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/7048171690976456089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah.html' title='Internet Murah'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-2346938694513599406</id><published>2008-12-15T20:45:00.001-08:00</published><updated>2008-12-15T20:45:56.365-08:00</updated><title type='text'>Internet Murah untuk Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Internet Murah untuk Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 2, 2008 oleh &lt;a title="Tulisan oleh sroestam" href="http://masif.wordpress.com/author/sroestam/"&gt;sroestam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biaya Layanan Jasa Internet di Indonesia selama ini dikenal mahaldibandingkan dengan biaya layanan Internet di negara-negara tetanggaAsean, India, Cina, maupun di negara-negara maju seperti AmerikaSerikat, Australia, Korea dan Jepang.&lt;br /&gt;Tetapi dewasa ini benarkah sinyalemen masyarakat pada umumnya bahwabiaya Layanan Jasa Internet di Indonesia masih seperti kenyataanbeberapa tahun yang lalu, yang dianggap mahal atau sangat mahal?&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, maka MASTEL bekerjasamadengan INDOSAT/IM2 menyelenggarakan Roundtable Discussion tentang“Internet Murah untuk Indonesia” pada hari Jumat siang, pukul 14:00-17:00 WIB di Gedung INDOSAT, jl. Merdeka Barat 21, Jakarta, dengan paraNarasumber sbb:&lt;br /&gt;1. Ibu Sylvia Sumarlin - Ketua Umum APJII2. Bapak D. Herry Swandito - Sales&amp;amp; Marketing Director PT INDOSATM23. Bapak M. Marpaung, Senior Manager Voice &amp;amp; Internet, DivisiMultimedia PT TELKOM4. Bapak Sumitro Roestam, Ketua MASTEL&lt;br /&gt;dan Moderator: Bapak Damsyiruddin Siregar - Ketua MASTEL.&lt;br /&gt;Peserta yang hadir tidaklah sebanyak para vokalis Milis MASTEL danTelematika, namun cukup merepresentasikan para operator, ISP, NAP,pengguna dan pemerhati Internet, seperti : Bapak Gisi SusenoHadihardjono - Ketua Umum MASTEL, Bapak Arnold Djiwatampu- KonsultanTelematika, Bapak Sukarno Abdulrahman - Senior MASTEL, Ibu Retno -Sekjen MASTEL, Bapak Setyanto P. Santosa, Sesepuh TELKOM, BapakMarcellus Ardiwinata -Deputy Director First Media, Bapak Naswil Idris -pemerhati telematika, serta para executives dari operatortelekomunikasi, ISP dan NAP Indonesia turut hadir meramaikan diskusitersebut.&lt;br /&gt;Para Narasumber ternyata menyampaikan optimisme tentang layananInternet di Indonesia, dimana jumlah pelanggan Internet saat ini sudahmencapai 2,7 juta orang, sedangkan yang mengakses Internet, baik itusebagai pelanggan maupun yang memanfaatakan sarana umum (warnet)ataupun saran kantor, rumah, HP, PDA, dan lain-lainnya adalah sebanyak27 juta orang, atau sekitar 12% penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;Tentang tarif layanan jasa Internet di Indonesia ternyata juga sudahsama atau sedikit lebih mahal dari tarif layanan Internet yang termurahdi dunia, dimana ringkasannya didasarkan atas jenis mode akses Internetadalah sbb:&lt;br /&gt;1. Dialup PSTN Telkomnet Speedy, tarifnya Rp 57/menit2. Dialup CDMA 2000 1x EVDO StarOne dan Fren, tarifnya Rp 47/menit3. ADSL Telkomsspeedy, tarifnya Rp 350/Mbyte4. Semi-Broadband GPRS 115 kpbs max, tarif awalnya sekitar Rp10/kbyte5. Broadband EDGE s/d HSDPA 7,2 Mbps tarif Pasca Bayar Rp 350/Mbytedan IM2 Prabayar Rp 600/Mbyte6. Akses via RT/RW-net, tarif Flat-Rate Rp 50.000-Rp 200.000/bulan7. Akses via Power LineCommunications (PLC), harga pokok Rp 80.000/bulan/pelanggan dan harga jual= Rp 120.000/bulan/pelanggan Flat-Rate8. Akses via HotSpot WiFi ada yg berbayar (sekitar Rp 5.000-10.000/jam) dan gratis (TELKOM, 6.000 lokasi)9. Akses via HP, PDA dan Infra Red atau Bluetooth, tarifnya sesuailayanan Operator Mobile GSM, 3G dan CDMA10.Akses via Warnet dan Cybercafe, tarifnya Rp 3.000-10.000/jam&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah sbb:&lt;br /&gt;1. Tarif Internet di Indonesia dinilai cukup wajar dibandingkandengan tarif di USA, Australia, Malaysia dan Singapore, namun sedikitdiatas tarif di India.2. Untuk mengurangi traffic ke LN, dan dengan demikian untukmenurunkan tarif layanan Internet, maka agar diperbanyak konten DN danpeering antar ISP di Indonesia.3. Subsidi biaya dari PT TELKOM kepada HotSpot/WiFi gratis di 6.000lokasi bisa dihilangkan atau dijadikan profitable bila ada kerjasamauntuk memanfaatkan lokasi2 ini bagi promosi produk atau pemasaran,ataupun ada layanan Online Game yg berbayar. Hasilnya dapat dipakaiuntuk menurunkan tarif Telkomnet Instant dan Telkomspeedy lebih rendahlagi.4. Agar ada kerjasama antara Operator besar dan NAP/ISP kecil yangWin-Win serta untuk menyehatkan Industri Internet di Indonesia dengantarif yang wajar.5. Perlu kehati-hatian dalam rencana penerapan Unified Licensing,agar tidak mematikan ISP/NAP kecil, Warnet dan UKM.&lt;br /&gt;Diskusi Roundtable “Internet Murah untuk Indonesia” ditutup pada pukul17:30 WIB oleh Ketua Umum MASTEL, Bapak Giri Suseno Hadihardjono.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan silahkan ditanggapi.Wassalam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-2346938694513599406?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/2346938694513599406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-untuk-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/2346938694513599406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/2346938694513599406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-untuk-indonesia.html' title='Internet Murah untuk Indonesia'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-2673370682834151702</id><published>2008-12-15T20:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T20:43:47.676-08:00</updated><title type='text'>Onno W. Purbo</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Telepon Internet Rp. 150-200.000-an / Bulan / Orang - Flat Rate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onno W. Purbo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketidak berpihakan wakil rakyat di DPR RI maupun pemerintah (postel) kepada rakyat terutama dalam hal tarif telepon, tampaknya akan membuka peluang yang sangat lebar bagi manusia kreatif, para pengusaha WARNET, pengusaha WARTEL, perkantoran, sekolah, kampus di negeri ini untuk semakin berkiprah mem-bypass servis telekomunikasi yang semakin mahal saja. Diskusi teknis di Internet dapat dilakukan di &lt;a href="mailto:asosiasi-warnet@yahoogroups.com"&gt;asosiasi-warnet@yahoogroups.com&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="mailto:indovoip@yahoogroups.com"&gt;indovoip@yahoogroups.com&lt;/a&gt;. Tulisan ini memfokuskan pembahasan terutama pada aspek teknologi internet telepon yang juga dikenal sebagai Voice over Internet Protocol / VoIP yang legal &amp;amp; tidak melanggar hukum di Indonesia. Gila-nya ternyata teknologi internet telepon (VoIP) memungkinkan kita untuk menelpon sampai puas termasuk melakukan SLJJ &amp;amp; SLI dengan biaya hanya Rp. 150-200.000 / bulan / orang flat rate. Kuncinya adalah kemauan untuk bekerjasama &amp;amp; menggunakan akses secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hukum&lt;br /&gt;Pada saat tulisan ini di tulis, dasar hukum telekomunikasi yang digunakan di Indonesia adalah UU36/1999, PP52/2000 &amp;amp; PP53/2000. Naskah lengkapnya dapat di ambil di &lt;a href="http://www.postel.go.id/"&gt;http://www.postel.go.id&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="http://www.internews.or.id/"&gt;http://www.internews.or.id&lt;/a&gt;. Alhamdullillah, di dalam ke tiga (3) peraturan &amp;amp; perundangan tersebut sama sekali tidak terdapat satupun kata Internet. Hanya ada dua (2) pasal di PP52/2000 yang mengidentifikasi adanya servis multimedia maupun tarif multimedia. Tapi tidak ada pengaturan servis multimedia lebih lanjut di dalamnya. Jadi pada saat ini secara de facto sebetulnya Internet &amp;amp; juga internet telepon tidak di atur oleh UU &amp;amp; PP yang berlaku di Indonesia.&lt;br /&gt;Memang ada beberapa rancangan (draft) keputusan menteri yang berusaha akan mengatur dunia Internet. Saya sarankan untuk membaca lebih detail rancangan kepuitusan menteri tentang penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang dapat di ambil naskahnya di &lt;a href="http://www.postel.go.id/"&gt;http://www.postel.go.id&lt;/a&gt;. Di revisi 15 (tertanggal 1 February 2001), ada baiknya kita simak pasal 60-64. Bagi anda yang ingin menyelenggarakan Internet telepon ada baiknya membaca baik-baik pasal 60 yang saya kutip berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 60&lt;br /&gt;Penyelenggaraan jasa internet teleponi untuk keperluan publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1) huruf d merupakan penyelenggaraan internet teleponi yang bersifat komersial dan dihubungkan ke jaringan telekomunikasi publik (PSTN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara eksplisit di pasal 60 tertulis bahwa yang memerlukan ijin dari pemerintah hanya penyelenggara untuk publik yang sifatnya komersial dan melalui jaringan PSTN (misalnya melalui telkom). Nah jika anda adalah pengguna biasa (private) di rumah, kantor, hotel yang melalui internet telepon melalui komputer / PABX; atau anda pengusaha WARNET atau WARTEL yang menggunakan internet telepon melalui komputer maka penyelenggaraan Internet telepon tersebut sah (legal) di lakukan tanpa perlu ijin sama sekali dari POSTEL. Jika anda ingin menyelenggarakan jasa internet telepon untuk publik yang komersial dan melalui PSTN, nantinya akan dibagi menjadi dua (2) jenis servis yang diterangkan dalam pasal 61 sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 61&lt;br /&gt;Penyelenggaraan jasa internet teleponi untuk keperluan publik dapat dibedakan dalam:&lt;br /&gt;a. penyambungan satu langkah (one step dialling);&lt;br /&gt;b. penyambungan dua langkah (two step dialling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 62-64 akan menjelaskan lebih lanjut tentang servis komersial internet telepon tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet Telepon Yang Legal &amp;amp; Tanpa Perlu Ijin&lt;br /&gt;Secara hukum (lihat kutipan pasal 60 di atas) penggunaan Internet Telepon adalah legal &amp;amp; tidak memerlukan ijin bagi komputer &amp;amp; PABX untuk di sambungkan melalui internet telepon di kantor-kantor, di rumah sakit, di mall, di sekolah, di kompleks perumahan, di WARNET maupun di WARTEL. Oleh karena itu sah &amp;amp; tidak melanggar hukum untuk mem-bypass SLJJ &amp;amp; SLI menggunakan sarana komputer / PABX tersebut yang disambungkan melalui internet telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan yang datang dari lapangan di berbagai mailing list di Internet, sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya Telkom / oknum Telkom tidak bersedia (atau biasanya mempersulit) memberikan sambungan kabel-nya kepada tipe konsumen di atas apalagi jika mereka tahu bahwa saluran tersebut akan digunakan untuk internet telepon (VoIP). Yah begitulah nasib kalau kita tergantung pada penyelenggara yang sifatnya monopoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dengan berbagai teknologi telekomunikasi alternatif terutama radio (microwave) dan satelit, sebetulnya tidak sukar bagi berbagai kantor, mall, sekolah dll untuk tetap melakukan bypass SLJJ &amp;amp; SLI secara legal &amp;amp; tanpa menggunakan jasa Telkom sama sekali. Sebelum melangkah pada pembahasan lebih lanjut ada baiknya kita bahas sedikit aspek biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Internet Telepon&lt;br /&gt;Dari berbagai informasi yang masuk, biaya investasi Telepon (oleh PT. Telkom) adalah sekitar US$1000 / saluran telepon. Belum termasuk biaya operasional yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah demikian mahal-nya internet telepon (VoIP)?  Sebagai gambaran umum rata-rata investasi peralatan internet telepon adalah sekitar US$100-200 / saluran telepon VoIP, biaya operasi-nya sekitar US$100-an / bulan / saluran (24 jam) kemanapun anda menelepon. Biaya investasi &amp;amp; operasional Internet telepon akan dapat ditekan lagi jika sudah ada fasilitas Internet di tempat kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi satu saluran (24 jam) akan di gunakan bersama oleh beberapa orang penguna (misalnya sepuluh orang) maka akan sangat masuk akal jika per orang hanya membutuhkan biaya Rp. 150-200.000 / bulan / orang flat rate untuk menggunakan Internet telepon dan menelepon ke manapun di seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke investasi &amp;amp; jenis peralatan yang dibutuhkan, ada baiknya kita menghitung dengan lebih detail perhitungan biaya operasional internet telepon ini dengan contoh dua (2) buah skenario umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario pertama adalah anda yang cukup beruntung dapat menyewa leased line 64Kbps 24 jam ke Internet. Biasanya biaya bulanannya termasuk akses Internet adalah sekitar Rp. 8 juta / bulan. Jika bandwidth satu (1) kanal Internet telepon 12 Kbps maka kanal 64Kbps tersebut dapat dilewati lima (5) saluran suara didalamnya. Artinya per saluran dibutuhkan biaya Rp. 1.5 juta-an / bulan / saluran. Jika setiap saluran di gunakan bersama dengan sepuluh (10) pengguna. Maka setiap pengguna harus iuran Rp. 150.000 / bulan / orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario ke dua adalah bagi anda yang di tolak oleh Telkom untuk memperoleh leased line sehingga harus menyewa satelit, misalnya ke Linknet (&lt;a href="http://www.link.net.id/"&gt;www.link.net.id&lt;/a&gt;), PalapaNet (&lt;a href="http://www.palapanet.com/"&gt;www.palapanet.com&lt;/a&gt;), Interpacket (&lt;a href="http://www.interpacket.net/"&gt;www.interpacket.net&lt;/a&gt;) yang menyediakan akses Internet 24 jam dua (2) arah melalui satelit. Ada banyak pilihan konfigurasi &amp;amp; kecepatan yang dapat digunakan. Untuk total 512Kbps LinkNet akan mencharge sekitar US$3800 / bulan; sedang PalapaNet sekitar US$4800 / bulan untuk sambungan 1:3. Untuk 1Mbps interpacket akan mencharge US$5400. Dengan uplink &amp;amp; downlink 256Kbps (sekitar 21 saluran VoIP) anda harus membayar sekitar US$3800 / bulan ke LinkNet. Artinya per saluran dibutuhkan biaya sekitar Rp. 1.8 juta-an / bulan / saluran. Jika setiap saluran di gunakan bersama dengan sepuluh (10) pengguna. Maka setiap pengguna harus iuran Rp. 180.000 / bulan / orang untuk akses 24 jam bergantian di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditekankan disini bahwa biaya Rp. 150-200.000 / bulan / orang ini adalah flat rate (dipakai / tidak dipakai), tapi sudah termasuk biaya untuk berbicara sepuasnya menggunakan VoIP untuk mem-bypass SLJJ &amp;amp; SLI. Bagi anda yang berminat memperoleh perhitungan biaya operasional VoIP dalam bentuk file Excel secara gratis, dapat memintanya melalui e-mail ke &lt;a href="mailto:onno@indo.net.id"&gt;onno@indo.net.id&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Internet Yang Dibutuhkan&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan komunikasi VoIP yang baik terletak pada kemampuan kita untuk melewatkan sinyal suara pada jaringan Internet dengan delay yang sangat rendah. Di rekomendasikan agar delay ditekan sedapat mungkin di bawah 250 mili detik (ms). Sialnya tidak mudah untuk menekan delay serendah itu, sebagai gambaran delay komunikasi melalui satelit sudah sekitar 250 ms (satu hop satelit); delay sambungan Internet melalui saluran telkom dial-up sekitar 100 ms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling ideal jika kita dapat menggunakan saluran wireless LAN (WLAN) microwave berkecepatan tinggi 2-11Mbps (dengan standar protokol IEEE 802.11) di frekuensi 2.4GHz, 3.5GHz, 5GHz atau 5.8GHz seperti yang digunakan rekan-rekan WARNET yang kemudian di sambungkan lagi ke Internet menggunakan jaringan serat optik berkecepatan 155-622Mbps. Sayangnya kondisi ideal tersebut sangat sulit dicapai di Indonesia, karena saluran serat optik di kuasai oleh para operator telekomunikasi yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar rakyat kecil, WARNET, sekolah, kantor, kompleks perumahan, cara paling murah untuk melakukan internet telepon (VoIP) adalah pemakaian bersama (share) akses ke Internet melalui satelit. Ada cukup banyak provider telekomunikasi satelit di Indonesia, seperti PesatNet (&lt;a href="http://www.psn.co.id/"&gt;www.psn.co.id&lt;/a&gt;), LinkNet (&lt;a href="http://www.link.net.id/"&gt;www.link.net.id&lt;/a&gt;), Infokom (&lt;a href="http://www.infokom.net/"&gt;www.infokom.net&lt;/a&gt;), Melesat (&lt;a href="http://www.melesat.net/"&gt;www.melesat.net&lt;/a&gt;), PalapaNet (&lt;a href="http://www.palapanet.com/"&gt;www.palapanet.com&lt;/a&gt;), Rainbow2u (&lt;a href="http://www.rainbow2u.com/"&gt;www.rainbow2u.com&lt;/a&gt;), webs88 (&lt;a href="http://www.webs88.com/"&gt;www.webs88.com&lt;/a&gt;) dll. yang harganya bersaing cukup ketat satu dengan lainnya. Memang delay satelit sekitar 250 ms, pengguna VoIP melalui satelit biasanya akan merasakannya seperti echo dan ada perasaan delay dalam berbicara. Yah apa boleh buat, kita harus mentolerir apa yang ada untuk dapat berkomunikasi secara murah meriah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa kota yang cukup beruntung, seperti Bandung, Yogya, Malang, Surabaya telah ada beberapa Koperasi WARNET (seperti &lt;a href="mailto:kowaba@yahoogroups.com"&gt;kowaba@yahoogroups.com&lt;/a&gt;), LinkNet (&lt;a href="http://www.link.net.id/"&gt;www.link.net.id&lt;/a&gt;), PesatNet (&lt;a href="http://www.psn.co.id/"&gt;www.psn.co.id&lt;/a&gt;), Pointer Indonesia (&lt;a href="http://www.pointer-indonesia.com/"&gt;www.pointer-indonesia.com&lt;/a&gt;) yang menurunkan satelit dan men-share bersama akses Internet menggunakan peralatan WLAN pada kecepatan 2-11Mbps di frekuensi 2.4GHz. Pada kondisi normal delay peralatan WLAN sekitar 10 ms, sangat ideal bagi komunikasi VoIP. Diskusi tentang berbagai provider ini dilakukan di &lt;a href="mailto:asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com"&gt;asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergantung konfigurasinya, investasi peralatan WLAN 2-11Mbps berkisar antara Rp. 7-20 juta / unit. Konfigurasi termurah diperoleh menggunakan komputer 486 / Pentium menjalankan Linux Router Project (LRP) seperti yang di lakukan oleh Pak AS Hikam di pembukaan Millenium Internet Roadshow (MIR) di Medan 1 Maret 2001 yang lalu. Berbagai informasi tentang card WLAN untuk akses 2-11Mbps di frekuensi 2.4GHz &amp;amp; 5.8GHz bisa di peroleh diberbagai situs Internet seperti &lt;a href="http://www.wavelan.com/"&gt;www.wavelan.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.ydi.com/"&gt;www.ydi.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.wipop.com/"&gt;www.wipop.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://hydra.carleton.ca/"&gt;http://hydra.carleton.ca&lt;/a&gt;. Harga card WLAN berkisar antara US$180-250-an / unit. Tinggal di tambahkan antenna parabola agar dapat mencapai jarak tempuh 5-7 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sewa frekuensi untuk WLAN pada saat ini sedang dalam proses diskusi di &lt;a href="mailto:indowli@yahoogroups.com"&gt;indowli@yahoogroups.com&lt;/a&gt; yang dihadiri oleh POSTEL juga. Tampaknya akan ada lima (5) zone tarif untuk Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) frekuensi yang dibayarkan ke POSTEL &amp;amp; berkisar antara Rp. 3-17 juta / tahun / sentral WLAN; biaya tersebut nantinya dibagi jumlah WARNET / kantor / sekolah yang mengakses secara bersama sehingga jatuhnya cukup murah bagi para WARNET / perusahaan / sekolah tsb. Detail perhitungan BHP Frekuensi (berdasarkan KM45/2000 &amp;amp; PP14/2000) maupun perhitungan link budget untuk peralatan 2.4GHz dalam bentuk file Excel dapat diperoleh secara gratis dari penulis di &lt;a href="mailto:onno@indo.net.id"&gt;onno@indo.net.id&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://www.bogor.net/idkf/"&gt;http://www.bogor.net/idkf/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknik komunikasi di atas, total investasi peralatan WLAN yang dibutuhkan adalah sekitar Rp. 12-20 juta. Jika akses Internet dilakukan menggunakan satelit misalnya pada kecepatan 256Kbps (21 saluran VoIP) maka sebetulnya total investasi per saluran VoIP-nya hanya sekitar Rp. 400-600.000 / saluran VoIP (kurang dari US$100 / saluran VoIP). Jadi amat sangat jauh lebih murah (kurang dari 1/10) di bandingkan investasi saluran telepon yang dilakukan oleh Telkom yang mencapai US$1000 / saluran telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik share akses ke LAN di perkantoran / sekolah dapat menggunakan teknik proxy (misalnya menggunakan program Squid) maupun firewall (misalnya menggunakan program ipchains). Dengan teknik sharing akses ini, sebuah WARNET / kantor / sekolah cukup menyewa satu saluran WLAN 2-11Mbps ke satelit untuk akses Internet secara bersama bagi banyak komputer di LAN-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan Peralatan VoIP&lt;br /&gt;Setelah akses internet dapat dilakukan dengan baik dan murah, langkah selanjutnya yang perlu digarap adalah menginstalasi peralatan internet telepon agar suara dari Telpon dapat di kirimkan melalui jaringan Internet. Dengan saluran Internet yang ada saat ini sebetulnya kita sudah dapat melakukan komunikasi internet telepon, tetapi dengan kualitas yang pas-pasan. Bagi anda yang ingin secara serius menjalankan internet telepon sebaiknya Quality of Service (QoS) jaringan Internet yang digunakan di ubah agar memberikan prioritas yang lebih baik kepada trafik suara dan gambar. Teknik meningkatkan QoS untuk jaringan Internet dijelaskan dengan baik di situs &lt;a href="http://www.cisco.com/"&gt;www.cisco.com&lt;/a&gt;. Beberapa protokol Seperti Resource Reservation Protocol (RSVP), Real Time Protocol (RTP) dan Compressed Real Time Protocol (CRTP) dibantu berbagai teknik kompresi sinyal suara seperti G.729 &amp;amp; G723.1 dan teknik priority queuing (PQ) digunakan agar sinyal suara dapat dilakukan dengan cepat &amp;amp; andal di jaringan internet dan menekan waktu delay.&lt;br /&gt;,&lt;br /&gt;Gambaran umum berbagai jenis peralatan VoIP dapat diperoleh di situs &lt;a href="http://www.pulver.com/gateway"&gt;www.pulver.com/gateway&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.computertelephony.org/"&gt;www.computertelephony.org&lt;/a&gt; yang memberikan daftar sangat lengkap vendor peralatan VoIP. Ada banyak jenis peralatan tersebut, intinya yang kita butuhkan adalah sebuah gateway yang menghubungkan saluran telepon ke peralatan komputer. Tergantung pada banyaknya saluran yang dibutuhkan mulai dari 1-2 saluran saja hingga puluhan ribu saluran. Untuk kelas WARNET, WARTEL, sekolah, kantor kecil membutuhkan small density gateway yang mempunyai kemampuan penanganan 1-8 saluran telepon ke Internet yang harga card-nya sekitar US$50-100 / saluran. Beberapa vendor yang baik adalah voipblaster.creative.com, &lt;a href="http://www.innomedia.com/"&gt;www.innomedia.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.quicknet.net/"&gt;www.quicknet.net&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perkantoran / kompleks perumahan yang membutuhkan saluran lebih banyak kita dapat menggunakan gateway yang mempunyai densitas yang lebih tinggi. Umumnya untuk enterprise network (jaringan antar perusahaan), mereka menggunakan gateway dengan kapasitas saluran 30-120 saluran yang bisa ditumpangkan di atas saluran E1 (2Mbps). Daftar lengkap sekitar 100-an produk gateway kelas enterprise ini dapat diperoleh di &lt;a href="http://www.computertelephony.org/"&gt;http://www.computertelephony.org&lt;/a&gt;. Harganya juga relatif sama sekitar US$50-100 / saluran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunggulan VoIP adalah kemampuan untuk mengoperasikan fungsi sentral telepon dengan protokol H.323 di atas komputer. Jadi sebetulnya dengan VoIP, konsep sentral telepon yang biasa terpusat di kantor telepon menjadi berbentuk jaringan sentral kecil yang tersebar. Perangkat lunak sentral H.323 bahkan bisa diambil secara gratis misalnya di &lt;a href="http://www.openh323.org/"&gt;www.openh323.org&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.quicknet.net/"&gt;www.quicknet.net&lt;/a&gt;. Juga tentunya bagi anda yang ingin menggunakan produk komersial, dapat memperolehnya diberbagai situs seperti &lt;a href="http://www.mg2.com/"&gt;www.mg2.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.clarent.com/"&gt;www.clarent.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.telesys.com/"&gt;www.telesys.com&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="http://www.tedas.com/"&gt;www.tedas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Akhir&lt;br /&gt;Dari penjelasan singkat di atas, jelas bahwa investasi Telkom sebesar US$1000 / saluran sudah terlalu mahal untuk teknologi yang ada pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi yang berbasis Internet sebetulnya investasi / saluran dapat ditekan menjadi sekitar US$100-200 / saluran VoIP. Biaya operasional per saluran VoIP sekitar US$100 / bulan / saluran VoIP. Bahkan jika di share dengan sepuluh (10) pengguna lain maka bukan mustahil per pengguna cukup membayar Rp. 150-200.000 / bulan / pengguna flat rate untuk mem-bypass SLJJ &amp;amp; SLI sampai puas. Kuncinya adalah kemauan untuk bekerjasama &amp;amp; menggunakan akses secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita cukup beruntung karena regulasi yang ada di Indonesia saat ini sebetulnya memungkinkan kantor, WARNET, WARTEL, sekolah, mall dll untuk menjalankan VoIP secara legal tanpa perlu meminta ijin kepada pemerintah. Gilanya semua teknologi VoIP terbuka lebar di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini dapat membuka mata hati para wakil rakyat di DPR RI untuk lebih berpihak pada rakyat dalam kebijakan dunia telekomunikasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-2673370682834151702?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/2673370682834151702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/onno-w-purbo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/2673370682834151702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/2673370682834151702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/onno-w-purbo.html' title='Onno W. Purbo'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-8742832082100655727</id><published>2008-12-15T20:37:00.001-08:00</published><updated>2008-12-15T20:40:25.992-08:00</updated><title type='text'>Telepon Murah dengan VoIP Rakyat</title><content type='html'>&lt;a name="8964662897129275653"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Telepon Murah dengan VoIP Rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 18 Februari 2007)&lt;br /&gt;Meskipun sering mendengar istilah VoIP atau Voice over Internet Protocol, banyak masyarakat awam belum paham betul maksud dan manfaatnya. Sebagian mungkin sudah tahu bahwa dengan menggunakan VoIP, biaya komunikasi dapat menjadi lebih ringan. Beberapa operator telepon bahkan berlomba-lomba mengeluarkan produk SLI dengan VoIP dengan biaya percakapan di bawah normal. Penetapan harga yang cukup murah ini tentu saja menarik minat pengguna telepon dari kalangan menengah ke bawah yang membutuhkan komunikasi dengan sanak-saudaranya di luar negeri, namun tidak terlalu mengutamakan kualitas suara. Jika dibandingkan dengan jalur komunikasi normal, kualitas suara yang dihasilkan oleh produk-produk komunikasi berbasis VoIP memang masih kalah. Namun dengan semakin berkembangnya infrastruktur internet di Indonesia, kualitas suara yang dihasilkan akan semakin mendekati kualitas jalur komunikasi normal.VoIP (vi-o-ai-pi) atau komunikasi suara yang memanfaatkan jalur internet merupakan metode untuk membawa sinyal analog yang biasa kita dengar melalui telepon ke jalur internet dengan mengkonversinya menjadi sinyal digital. Untuk membawa sinyal digital tersebut digunakan Internet Protocol (IP). Dengan menggunakan jalur internet, biaya percakapan dapat ditekan.Setiap orang dapat dengan mudah membangun infrastruktur telekomunikasi ini, namun tidak setiap orang dapat menghubungkan jalur komunikasi tersebut ke telepon rumah atau telepon selular yang telah ada tanpa adanya lisensi dari pemerintah. Hanya perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang telah memperoleh lisensi, dilegalkan untuk menyelenggarakan layanan ini yang dapat menghubungkan jalur komunikasi VoIP ke dalam jalur telekomunikasi yang telah ada.Menghemat UangMeskipun dengan kondisi yang terbatasi oleh aspek legalitas yang telah disampaikan di atas, beberapa praktisi yang bergerak melalui ICT Center Jakarta tetap memperjuangkan jalur telekomunikasi sendiri yang berbasis VoIP, dengan nama VoIP Rakyat. Dengan melakukan peering atau interkoneksi ke beberapa server di berbagai universitas, penyedia jasa layanan internet (ISP), dan perusahaan-perusahaan, diharapkan jalur komunikasi ini dapat menjadi alternatif komunikasi murah bagi rakyat dan industri yang menginginkan penghematan keuangan di sisi telekomunikasi.Semakin besar komunitas pengguna VoIP Rakyat, semakin besar pula kemungkinan Anda berkomunikasi dengan setiap orang di lain kota bahkan di lain negara tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Biaya yang dikeluarkan hanyalah biaya internet yang telah dianggarkan sebelumnya. Apalagi saat ini akses internet merupakan hal yang umum di setiap universitas dan perusahaan di Indonesia.Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk bertelepon melalui VoIP Rakyat antara lain VoIP Rakyat Communicator, X-Lite, SJPhone, Ekiga, Idefisk, dan iaxLite. Beberapa softphone tersebut dapat berjalan di sistem operasi Windows, Linux, dan Macintosh. Semuanya dapat Anda download melalui http://voiprakyat.or.id/?inc=download.Sedangkan perangkat keras yang dibutuhkan hanyalah seperangkat komputer yang selama ini digunakan untuk mengakses internet, ditambah headset untuk berbicara dan mendengar, menggantikan fungsi pesawat telepon. Bahkan jika diperlukan, dapat ditambahkan dengan kamera web untuk melihat lawan bicara Anda.Selain komputer, Anda juga dapat menggunakan perangkat khusus VoIP yang sudah banyak dijual di pasaran oleh InfoAsia. Dengan perangkat ini, Anda dapat memanfaatkan komunikasi VoIP melalui perangkat telepon yang selama ini digunakan.Setelah melakukan registrasi melalui http://www.voiprakyat.or.id, Anda akan memperoleh nomor telepon dan nickname yang harus disimpan ke dalam softphone yang telah dipilih. Nomor telepon VoIP Rakyat yang diperoleh menggunakan awalan 621881001 dan dilanjutkan dengan lima digit nomor di belakangnya. Untuk mengetahui pengguna VoIP Rakyat yang sedang aktif, Anda dapat melihatnya melalui http://www.voiprakyat.or.id/?inc=online_phones.Akses ke Telepon RumahSaat ini, VoIP Rakyat lebih mengandalkan jumlah komunitas pengguna yang dibangun oleh pengguna jalur komunikasi itu sendiri. Komunikasi yang terjadi lebih terfokus pada sesama pengguna VoIP Rakyat, belum dapat tersambung ke telepon rumah. Berbagai percobaan dan perkembangan ke arah itu dapat diikuti di dalam Forum VoIP melalui http://www.voiprakyat.or.id/forum.Namun jika sekarang ini Anda tetap menghendaki jalur VoIP yang digunakan dapat berkomunikasi dengan jalur telekomunikasi yang telah ada, terdapat cara legal yang dapat dipelajari dalam buku “VoIP Rakyat, Cikal Bakal Telkom Rakyat” yang ditulis oleh Onno W. Purbo. Melalui VoIP Discount, VoIP Cheap, dan IMAXindo, telepon VoIP yang Anda bangun dapat terhubung ke nomor-nomor telepon yang sudah ada. Bahkan dengan telepon selular yang memiliki fasilitas WiFi, Anda dapat menggunakan ponsel untuk menelepon tanpa biaya sama sekali.Berbeda dengan Yahoo! Messenger atau software instant messenger lainnya yang servernya terletak di luar negeri, server VoIP Rakyat berada di dalam negeri dan terhubung langsung ke jaringan IIX (Indonesia Internet eXchange). Sehingga telekomunikasi dengan jalur ini tidak akan terganggu oleh keterbatasan bandwidth ke luar negeri. Kualitas suara akan jauh lebih baik dengan waktu tunda yang rendah, mendekati kualitas bertelepon biasa.Jika Anda telah menggunakan komunikasi suara melalui Yahoo! Messenger, Google Talk, Skype, dan sejenisnya, alternatif ini patut dicoba untuk mendapatkan kualitas suara yang lebih bagus dan potensi telekomunikasi dengan biaya murah.&lt;br /&gt;&lt;a onmouseover="this.style.textDecoration = 'underline' " style="TEXT-DECORATION: none" onmouseout="this.style.textDecoration = 'none'" href="http://blogridwan.sanjaya.org/2007/02/telepon-murah-dengan-voip-rakyat.html"&gt;Selanjutnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;posted by Ridwan Sanjaya @ &lt;a title="permanent link" href="http://blogridwan.sanjaya.org/2007/02/telepon-murah-dengan-voip-rakyat.html"&gt;4:20 PM&lt;/a&gt;   &lt;a class="comment-link" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21627200&amp;amp;postID=8964662897129275653" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21627200&amp;amp;postID=8964662897129275653;"&gt;1 comments&lt;/a&gt; &lt;a title="Edit Post" style="BORDER-TOP-STYLE: none; BORDER-RIGHT-STYLE: none; BORDER-LEFT-STYLE: none; BORDER-BOTTOM-STYLE: none" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=21627200&amp;amp;postID=8964662897129275653"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="3863545299334146799"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Internet Murah di Kamar Kos&lt;br /&gt;(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 28 Januari 2007)&lt;br /&gt;Internet memang bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat kita. Namun pengguna internet di Indonesia ternyata masih terhitung sedikit. Masih tingginya harga akses internet dan kemampuan daya beli masyarakat, seringkali menjadi alasan masyarakat enggan menggunakan internet untuk aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;Data dari &lt;a href="http://www.internetworldstats.com/"&gt;http://www.internetworldstats.com/&lt;/a&gt; menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia hanya berkisar 8,1 persen dari jumlah penduduk atau berkisar 18 juta penduduk dari total penduduk Indonesia yang lebih dari 220 juta orang. Padahal akses internet yang merakyat sangat dibutuhkan bukan hanya sekedar untuk sarana berkomunikasi murah dan cepat, tetapi juga alat untuk mencerdaskan bangsa.&lt;br /&gt;Ketersediaan data dan informasi yang baru dan tidak terbatas menjadi salah satu stimulator masyarakat dalam mencari serta membaca berbagai pengetahuan yang disediakan di internet. Bagi pelajar dan mahasiswa, internet dapat menjadi perpustakaan superbesar yang tidak terbatas oleh waktu dan ruang. Berbagai literatur dan pengetahuan baru muncul, tersedia, dan dapat diakses dalam 24 jam sehari tanpa terikat oleh tempat.&lt;br /&gt;Untuk itu dibutuhkan suatu strategi dalam mencari solusi kebutuhan internet terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Apalagi kebutuhan akan internet di kalangan ini sebetulnya telah ada. Hal ini dapat dilihat dari mulai meningkatkan jumlah dan frekuensi pengakses internet melalui hotspot-hotspot gratis yang di sediakan oleh kampus, serta meningkatnya jumlah warnet di lingkungan kampus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-8742832082100655727?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/8742832082100655727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/telepon-murah-dengan-voip-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/8742832082100655727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/8742832082100655727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/telepon-murah-dengan-voip-rakyat.html' title='Telepon Murah dengan VoIP Rakyat'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-8233974370479514908</id><published>2008-12-15T20:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T20:37:01.230-08:00</updated><title type='text'>Internet Murah dan Utopia Masa Depan Bangsa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Internet Murah, Sebuah Mimpi di Siang Bolong?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;04.16.2008 by admin in &lt;a title="View all posts in IT News" href="http://stmikbg.com/category/it-news/" rel="category tag"&gt;IT News&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Internet saat ini sudah tak bisa dipisahkan dari kehidupan karena manfaatnya yang begitu besar, tapi banyak kendala untuk menjadikan internet sebagai satu-satunya source of information salah satunya financial. Artikel ini ditulis oleh seorang pengamat Multimedia Jojo Rahardjo yang “prihatin” akan nasib internet di Indonesia.&lt;br /&gt;Mungkin benar pendapat yang mengatakan bahwa muasal Internet dari komunikasi data di jaringan komputer militer di Amerika. Namun pengembangan Internet hingga menjadi seperti sekarang dilakukan oleh jaringan komputer universitas di seluruh dunia termasuk Indonesia. Internet sebagai mana disebut www.utas.edu.au/library/etutor/main/webzglos.htm, adalah terhubungnya berbagai jaringan komputer melalui berbagai tata-cara (protocol). Jaringan itu awalnya adalah beberapa komputer di Universitas besar di America, Canada, dan Inggris, Australia untuk keperluan komunikasi data.&lt;br /&gt;Indonesia adalah salah satu negara yang telah mengembangkan Internet di seluruh dunia. Pada waktu itu (tahun 80-an akhir) Internet adalah sebuah jaringan diskusi melalui e-mail (disebut mailing list seperti yang kita kenal sekarang) antara berbagai Universitas di berbagai negara melalui infrastruktur kabel telepon dan satelit. Mereka berdiskusi untuk mengembangkan ilmu-ilmu yang sedang dipelajarinya sambil juga mengembangkan media dan jaringannya untuk melakukan diskusi elektronik itu. Onno W. Purbo yang saat itu sedang menyelesaikan S3 di University of Waterloo, Canada juga aktif di dalam diskusi-diskusi itu. Dengan latar belakang ilmu dan pengalaman membangun jaringan komputer ITB melalui gelombang radio di Bandung, Onno membuat ITB Bandung terhubung dengan jaringan Universitas di seluruh dunia itu dengan memanfaatkan gelombang radio.&lt;br /&gt;Belakangan, Onno W. Purbo, Michael S. Sunggiardi - tokoh Internet dari Bogor - dan kawan-kawan di Indonesia menjadi kelompok yang paling gigih dalam mengembangkan Wireless Internet (akses Internet tanpa kabel) untuk rakyat. Wireless Intenet yang dimaksud bukan termasuk yang disediakan oleh perusahaan komunikasi seluler, GSM dan CDMA, atau perusahaan penyedia wireless Internet lain (WiFi, hotspot), tetapi wireless Intenet murah buat rakyat. Pengguna wireless Internet ini bahkan sudah membentuk asosiasi, IndoWLI (Wireles LAN Internet). Dengan asosiasi ini mereka membuat kesepakatan-kesepakatan dalam memanfaatkan gelombang radio untuk infrastruktur Internet.&lt;br /&gt;Jadi, Internet awalnya adalah sebuah jaringan komunikasi data untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan, meski sekarang Internet berkembang menjadi media untuk kepentingan yang lebih luas, seperti perdagangan, bisnis, politik, bahkan pornograpi. Namun sebagaimana setiap pencapaian peradaban manusia, selalu ada sisi buruk dari sisi baik yang lebih besar.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh IndoWLI dalam mengembangkan akses Internet murah bagi rakyat bukan sebuah pekerjaan mudah,. Mereka menghadapi raksasa bernama Telkom dan Indosat yang selama ini mabuk oleh racun duopoli yang diberikan pemerintah Indonesia. Bersama pemerintah yang “korup” dua raksasa itu sejak dulu terus menghalangi bahkan menebas semua pencapaian yang luar biasa IndoWLI. Bagi raksasa itu, jika wireless Internet dibiarkan beroperasi di mana saja, terutama di lingkungan rumah-tangga (perumahan), maka Telkom dan Indosat akan kehilangan kesempatan untuk menjual pulsanya kepada netter (pengakses Internet) yang berada di rumah-rumah. Apalagi kemudian raksasa itu juga ikut menyediakan akses Internet seperti TelkomNet Instant yang bisa diakses dari sambungan telpon Telkom di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Proteksi pemerintah itu menjawab pertanyaan mengapa IndoWLI amat gigih mengembangkan wireless Internet murah? Tidak lain karena tarif telpon yang teramat mahal sehingga tidak mungkin untuk digunakan oleh semua kelas di Indonesia dalam mengakses Internet. Padahal Internet adalah sebuah media yang bisa mencerdaskan dan memajukan bangsa ini, lalu mengapa harus terganjal oleh tarif mahal telpon di Indonesia? Sebuah survey di tahun 2004 yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia) menunjukkan netter di Indonesia didominasi oleh pekerja kantor (saat jam kantor) dan netter dari warung Internet. Artinya sangat sedikit sekali netter yang mengakses Internet dari rumahnya sendiri (menggunakan telpon sendiri).&lt;br /&gt;Namun mungkin karena bangsa ini sudah dikutuk (?) untuk tetap tertinggal dan diberi pemerintah yang bebal, pemerintah bukannya mencari jalan untuk menyediakan akses Internet murah, tetapi justru menghambat para pejuang yang gigih mencari dan berhasil menyediakan jalan itu. Beberapa kasus penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah memang bebal telah membuat Onno ”mengamuk” melalui surat-surat terbukanya di media massa, seperti:&lt;br /&gt;1. Surat Onno W. Purbo kepada DIRJEN POSTEL tanggal 2 Maret 20012. Surat INDOWLI kepada negara tanggal 8 Mei 20023. Surat Onno W. Purbo kepada negara tanggal 14 Juni 20024. Artikel “POSTEL harus mundur, rapor anda merah berdarah!!” Januari 2004.&lt;br /&gt;Hingga sekarang di awal tahun 2007 ini, belum ada langkah-langkah penting pemerintah, yang sekarang dikomandani oleh MenKomInfo, dan apalagi belum ada hasil penting pemerintah dalam menyediakan akses Internet murah di Indonesia. Onno dan Michael setelah bertahun-tahun menjelaskan dan menuntut agar diberikan legalitas untuk menggunakan gelombang radio untuk wireless Internet, akhirnya legalitas itu diberikan di bulan Januari 2005. Itu pun dengan tidak dipenuhi semua tuntutan yang juga sangat penting yang berarti ditutupnya berbagai kesempatan bagi rakyat dan pengusaha kecil untuk menjadi penyedia akses Internet di wilayah yang terbatas karena berbagai syarat atau regulasi.&lt;br /&gt;Teknologi Internet tanpa kabel menjadi menarik karena diluar negeri frekuensi 2.4 GHz, maupun 5-5.8 GHz dibebaskan dari ijin frekuensi, akibatnya peralatan komunikasi data pada frekuensi tersebut dapat diperoleh dengan mudah, murah selain mudah dioperasikan (user-friendly). Bayangkan sebuah card Internet tanpa kabel pada kecepatan 11-22Mbps dapat di peroleh seharga Rp. 350-500.000 per buah, tinggal dibuatkan antenna parabola kecil, atau antenna kaleng susu cukup menjangkau jarak jauh 3-5 km. Di Indonesia, perjuangan untuk membebaskan 2.4 GHz &amp;amp; 5-5.8 GHz dari penindasan aparat telah menelan banyak korban, berakibat dibebaskannya frekuensi 2.4GHz untuk penggunaan Internet sejak January 2005. Sayangnya, hingga hari di tahun 2006 penggunaan 5-5.8GHz hanya dapat dinikmati dengan membayar setoran sekitar Rp 20-25 juta / tahun / node kepada pemerintah. Itupun hanya dapat dilakukan oleh mereka yang mempunyai ijin ISP / operator telekomunikasi, akibatnya rakyat kecil, yang bermodal kecil tidak mungkin untuk memperoleh ijin frekuensi tsb (http://wikihost.org/wikis/indonesiainternet ).&lt;br /&gt;Sebenarnya ada banyak argumen penting yang bisa dijadikan dasar, sebagaimana yang disampaikan oleh Onno Onno bersama dengan IndoWLI, Asosiasi Warnet, Pendidikan Menengah Kejuruan dan VoIP Merdeka dalam melakukan protes dan tuntutan pembebasan frekwensi 2.4GHz &amp;amp; 5GHz untuk pemanfaatan akses Internet pada November 2004 (sebelum Hatta Radjasa mengeluarkan PerMen pahitnya di Januari 2005). Namun 3 di berikut ini bisa mewakili banyak argumen itu jika pemerintah mau mempelajari isi dan jujur pada nuraninya.&lt;br /&gt;1. Ketetapan MPR No.17 tahun 1998 tentang Hak Asasi Manusia2. Janji SBY-JK dalam Visi, Misi dan Program pasangan ini.3. World Summit on Information Society; Declaration of Principles dan Plan of Action&lt;br /&gt;Onno menyebutkan pembebasan 2.4GHz &amp;amp; 5GHz band tidak akan effektif dalam kerangka memberikan akses Internet kepada 110 juta bangsa Indonesia di tahun 2015, tanpa didampingi dengan pembebasan / kemudahan / pemberian legalitas infrastruktrur lainnya, seperti, WARNET, RT/RW-net, Perkantoran-Net, Jaringan Informasi Sekolah. Kompetisi di sisi backbone, apakah itu, serat optik dari XL atau PLN, akses satelit VSAT, DVB, DVB-FTDMA, DVB-RCS, maupun pembebasan / legalitas di tingkat aplikasi, seperti, VoIP Merdeka (H.323), VoIP Rakyat (SIP), alokasi nomor telepon VoIP Merdeka &amp;amp; VoIP Rakyat, maupun legalitas interkoneksi, khususnya untuk incoming call dari PSTN atau selular ke alokasi nomor telepon VoIP tersebut.&lt;br /&gt;Yang penting untuk direnungkan oleh semua orang adalah teknologi wireles Internet pada pita frekuensi 2.4GHz dan 5GHz memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur Internet luar ruang secara swadaya masyarakat Indonesia tanpa ketergantungan pembiayaan dari pihak luar.&lt;br /&gt;Onno juga memperkirakan yang akan diperoleh pemerintah dengan pembebasan 2.4GHz &amp;amp; 5GHz band dalam 3-4 tahun mendatang adalah:&lt;br /&gt;1. Lonjakan netter 2.4GHz band dari satu (1) juta menjadi 17.8 juta user.2. Kenaikan BHP Jasa Internet menjadi Rp. 21 Milyard/Tahun.3. Kenaikan PPh Jasa menjadi Rp. 128 Milyard/tahun.4. Masukan PPN dari Investasi peralatan sekitar Rp. 600 Milyard.5. Lonjakan tambahan kebutuhan komputer yang mendekati 2 juta unit.6. Lonjakan tambahan kebutuhan peralatan 2.4GHz band yang mendekati 130.000 unit.7. Justifikasi migrasi industri antenna &amp;amp; tower menjadi manufaktur peralatan 2.4GHz band senilai US$4.5 juta dengan nilai komponen US$650.000 saja.&lt;br /&gt;Wireless Internet, RTRWNet dan VoIP Rakyat&lt;br /&gt;Di perkantoran atau di gedung perkantoran dan bisnis bahkan tempat-tempat perbelanjaan, wireless Intenet ini sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa (WiFi, Hotspot), meski pun menggunakan cara yang berbeda-beda. Wireless Internet adalah sebuah feature atau perkembangan lebih lanjut dari Local Area Network (LAN). Kemudian akses wireless Internet ini menjadi populer dengan sebutan RTRWNet, karena memang dimanfaatkan banyak oleh netter di sebuah Rukun Tetangga hingga Rukun Warga. Banyak yang ikut barisan ini untuk mengembangkan RTRWNet dengan menyediakan petunjuknya di berbagai situs di Internet (silahkan search dengan Google!). Beberapa perusahaan IT di berbagai situs pun menawarkan jasanya membuatkan RTRWNet bagi sebuah komunitas yang malas mempelajari cara membuat RTRWNet.&lt;br /&gt;Istilah RT/RW-net pertama kali digunakan sekitar tahun 1996-an oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadyah Malang (UMM), seperti Nasar, Muji yang menyambungkan kos-kos-an mereka ke kampus UMM yang tersambung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway Internet di ITB. Sambungan antara RT/RW-net di kos-kosan ke UMM dilakukan menggunakan walkie talkie di VHF band 2 meter pada kecepatan 1200bps. Namun Implementasi yang serius dari RT/RW-net dilakukan pertama kali oleh Michael Sunggiardi di perumahannya di Bogor sekitar tahun 2000-an. (http://wikihost.org/wikis/indonesiainternet ).&lt;br /&gt;Dari sudut legalitas, sebenarnya RTRWNet juga tidak legal karena ada beberapa peraturan pemerintah yang memberi izin hanya pada operator telekomunikasi untuk membangun infrastruktur telekomunikasi. Peraturan ini lebih nampak lebih banyak menguntungkan perusahaan telekomunikasi besar.&lt;br /&gt;Mengapa repot-repot membuat RTRWNet? Bukankah warung Internet (warnet) sejak pertama Internet masuk ke Indonesia sudah menyediakan akses Internet ”murah” dengan cara membagi-bagi satu akses Internet ke beberapa komputer sekaligus. Tarif warnet sebenarnya belum murah, karena warnet mengambil keuntungan. Maka itu akses Intenet di warnet sebenarnya belum murah jika dibandingkan dengan RTRWNet yang tidak mencari untung, tetapi dari gotong-royong menyediakan akses Internet. Melalui RTRWNet ini bisa diperoleh tarif murah hingga RP 150.000 per bulan untuk mengakses Internet 24 jam setiap hari, bahkan di Bandung di sebuah wilayah kos-kosan tarif ini mencapai RP 50.000 saja sebulan. Dengan pembatasan waktu atau jumlah bytes di download atau upload setiap harinya, bisa diperoleh tarif yang lebih murah lagi.&lt;br /&gt;Apakah akses Internet itu begitu penting, sehingga pemerintah harus menyediakan ke seluruh lapisan masyarakat? Tentu maha penting, karena pertama tidak akan membebani anggaran belanja negara jika caranya menggunakan cara IndoWLI yang amat murah dan mudah sebagaimana yang sudah disebutkan di atas. Namun pemerintah terus melindungi kepentingan yang lebih sempit daripada memajukan bangsa ini melalui akses Internet murah. Kedua adalah kita harus terus-menerus bekerja menjadikan informasi sebagai aspek penting dalam membangun ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Internet adalah satu media untuk mencapai itu.&lt;br /&gt;Bahkan masih dalam kerangka memajukan bangsa ini, Onno bersama dengan Michael Sunggiardi pada tahun 2003 mulai mempopulerkan VoIP Merdeka, yaitu berkomunikasi suara gratis melalui Internet. VoIP atau Voice over Internet Protocol ini sudah ada sejak tahun 1995-1997 di Internet dengan kualitas suara yang tidak sebaik dengan komunikasi dengan menggunakan PSTN (telpon biasa). Menurut http://wikihost.org/wikis/indonesiainternet, adalah Izak Jeni, orang Indonesia yang membuat VoIP Free World Dial Up bersama Jeff Parvour di New York. Antara tahun 1995-1997 Izak mengubah program untuk soundcard menjadi VoIP (Voice over Internet Protocol). VoIP ini banyak dimanfaatkan untuk komunikasi antar kota dan antar negara untuk menghemat biaya telpon. Bahkan perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang di berbagai kota telah menjadikan VoIP sebagai standar berkomunikasi yang efisien saat ini.&lt;br /&gt;Beberapa pengusaha yang jeli sebelum tahun 2000 telah memanfaatkan peluang menjual komunikasi murah ini. Lagi-lagi pemerintah tidak rela bersaing dengan pengusaha-pengusaha komunikasi “liar” ini. Dirjen Postel menganggap ada pelanggaran peraturan tentang penyelenggaraan multimedia. Pemerintah hanya menerbitkan izin hanya kepada lima penyelenggara VoIP yang disebut sebagai Internet Telefoni untuk Keperluan Publik (ITKP). Di luar lima penyelenggara ini dilarang menyediakan jasa VoIP ini. Legalitas penyelenggaraan VoIP yang bisa berguna untuk menyediakan telekomunikasi murah bagi rakyat memang masih diperdebatkan hingga sekarang.&lt;br /&gt;Kemudian di tahun 2005, VoIP Rakyat yang dipimpin oleh Anton Raharja dan kawan-kawan mulai dipopulerkan karena telah memiliki kualitas suara lebih baik karena menggunakan SIP (Session Initiation Protocol). VoIP rakyat ini (http://voiprakyat.or.id) bisa menjadi saingan berat perusahaan telekomunikasi jika RTRWNet telah dimiliki banyak komunitas pemukiman terutama di wilayah terpencil, karena selain membayar murah iuran bulanan RTRWNet, netter bisa melakukan komunikasi suara (menelpon) dengan gratis kemana saja di seluruh permukaan bumi ini.&lt;br /&gt;Apa Yang Pemerintah Bisa Bantu?&lt;br /&gt;Ada banyak cara untuk membuat RTRWNet sebagaimana banyak dijelaskan di berbagai situs Internet, dari yang murah hingga yang handal. Investasi yang dibutuhkan untuk mendirikan pertama kali sebuah RTRWNet yang handal bisa puluhan juta Rupiah yang tentu tidak mudah untuk diperoleh di lapisan kelas menengah apalagi bawah. Meski terkesan mahal, investasi ini bisa kembali hanya dalam beberapa tahun saja yaitu dari iuran anggotanya. Namun demikian dari pengalaman beberapa orang yang telah membangun RTRWNet ini, kesulitan utama adalah meyakinkan para calon anggota pada saat RTRWNet akan dibangun. Mereka sulit untuk memulai atau mau berinvestasi di RTRWNet. Padahal ketika sudah berjalan dan nampak jelas layanan yang diberikan, mendapatkan anggota baru bukan persoalan lagi.&lt;br /&gt;Sehingga pemerintah selain mengabulkan tuntutan yang dibuat oleh IndoWLI, pemerintah juga bisa membantu untuk memberikan kemudahan bagi komunitas netter di lingkungan perumahan ini dalam memperoleh pinjaman bank untuk membuat RTRWNet (Onno tidak pernah meminta bantuan pinjaman biaya ini, namun menurut penulis, ini baik untuk percepatan). Sekali lagi, ini jika Pemerintah sungguh-sungguh ingin mencerdaskan bangsa ini atau membangun Masyarakat Berbasis Ilmu Pengetahuan melalui akses Internet murah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-8233974370479514908?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/8233974370479514908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-dan-utopia-masa-depan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/8233974370479514908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/8233974370479514908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/internet-murah-dan-utopia-masa-depan.html' title='Internet Murah dan Utopia Masa Depan Bangsa'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2791700125078297415.post-2098434191945090606</id><published>2008-12-15T20:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T20:09:24.168-08:00</updated><title type='text'>Corporate Social Responsibility (CSR)</title><content type='html'>Dalam konteks global, istilah Corporate Social Responsibility (CSR) mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals With Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998), karya John Elkington. Mengembangkan tiga komponen penting sustainable development, yakni economic growth, environmental protection, dan social equity, yang digagas the World Commission on Environment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR ke dalam tiga fokus: 3P, yang dapat artikan sebagai profit, planet dan people. Perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit) melainkan pula memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini belum ada definisi CSR yang secara universal diterima oleh berbagai lembaga. Beberapa definisi CSR di bawah ini menunjukkan keragaman pengertian CSR menurut berbagai organisasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         World Business Council for Sustainable Development: Komitmen berkesinambungan dari kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberi kontribusi bagi pembangunan ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya, serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         International Finance Corporation: Komitmen dunia bisnis untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kerjasama dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal dan masyarakat luas untuk meningkatkan kehidupan mereka melalui cara-cara yang baik bagi bisnis maupun pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Institute of Chartered Accountants, England and Wales: Jaminan bahwa organisasi-organisasi pengelola bisnis mampu memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, seraya memaksimalkan nilai bagi para pemegang saham (shareholders) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Canadian Government: Kegiatan usaha yang mengintegrasikan ekonomi, lingkungan dan sosial ke dalam nilai, budaya, pengambilan keputusan, strategi, dan operasi perusahaan yang dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         European Commission: Sebuah konsep dengan mana perusahaan mengintegrasikan perhatian terhadap sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksinya dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         CSR Asia: Komitmen perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan, seraya menyeimbangkan beragam kepentingan para stakeholders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International Organization for Standardization, sebuah lembaga sertifikasi internasional, saat ini sedang melakukan pengembangan standar internasional ISO 26000 mengenai Guidance on Social Responsibility yang juga memberikan definisi CSR. Meskipun pedoman CSR standar internasional ini baru akan ditetapkan tahun 2010, draft pedoman ini bisa dijadikan rujukan. Menurut ISO 26000, CSR adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tanggung jawab sebuah organisasi terhadap dampak-dampak dari keputusan&amp;shy;keputusan dan kegiatan-kegiatannya pada masyarakat dan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat; mempertimbangkan harapan para pemangku kepentingan, sejalan dengan hukum yang ditetapkan dan norma-norma perilaku internasional; serta terintegrasi dengan organisasi secara menyeluruh (draft 3, 2007)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pedoman ini, CSR tidaklah sesederhana sebagaimana dipahami dan dipraktekkan oleh kebanyakan perusahaan. CSR mencakup tujuh komponen utama, yaitu: the environment, social development, human rights, organizational governance, labor practices, fair operating practices, dan consumer issues.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, CSR semakin menguat setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU Perseroan Terbatas No.40 Tahun 2007, dimana dalam pasal 74 antara lain diatur bahwa :&lt;br /&gt;(1)   Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.&lt;br /&gt;(2)   Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.&lt;br /&gt;(3)   Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(4)   Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pasal 74 ayat 1 disebutkan bahwa Perseroan (mengacu pada UU No.40/2007 Pasal 1 ayat 1 bahwa Perseroan diartikan sebagai Perseroan Terbatas) yang menjalankan usaha di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, namun tidak dijelaskan apakah hal tanggung jawab yang sama juga diwajibkan bagi entitas usaha yang tidak berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas. Sehingga, hal ini dapat menimbulkan penafsiran bahwa entitas usaha yang tidak berbentuk Perseroan Terbatas tidak diwajibkan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (mengacu pada UU No. 40/2007 Pasal 1 ayat 3 definisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bunyi pasal 74 ayat 1 tersebut menimbulkan pertanyaan lain yaitu apakah Perseroan Terbatas yang tidak menjalankan kegiatan usaha di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam dapat diartikan tidak diwajibkan melaksanakaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Selain itu, UU PT tidak menyebutkan secara rinci berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk CSR serta sanksi bagi yang melanggar. Pada ayat 2, 3 dan 4 hanya disebutkan bahwa CSR "dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran". PT yang tidak melakukan CSR dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai CSR ini baru akan diatur oleh Peraturan Pemerintah (belum terbit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan lain yang menyinggung CSR adalah UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa "Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan." Meskipun UU ini telah mengatur sanksi-sanksi secara terperinci terhadap badan usaha atau usaha perseorangan yang mengabaikan CSR (Pasal 34), UU ini baru mampu menjangkau investor asing dan belum mengatur secara tegas perihal CSR bagi perusahaan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edi Suharto (2008), peraturan tentang CSR yang relatif lebih terperinci adalah UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN. UU ini kemudian dijabarkan lebih jauh oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No.:Per-05/MBU/2007 yang mengatur mulai dari besaran dana hingga tatacara pelaksanaan CSR. Seperti diketahui, CSR milik BUMN adalah Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Dalam UU BUMN dinyatakan bahwa selain mencari keuntungan, peran BUMN adalah juga memberikan bimbingan bantuan secara aktif kepada pengusaha golongan lemah, koperasi dan masyarakat. Selanjutnya, Permeneg BUMN menjelaskan bahwa sumber dana PKBL berasal dari penyisihan laba bersih perusahaan sebesar maksimal 2 persen yang dapat digunakan untuk Program Kemitraan ataupun Bina Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan ini juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang berhak mendapat pinjaman adalah pengusaha beraset bersih maksimal Rp 200 juta atau beromset paling banyak Rp 1 miliar per tahun. Namun, UU ini pun masih menyisakan pertanyaan. Selain hanya mengatur BUMN, Program Kemitraan perlu dikritisi sebelum disebut sebagai kegiatan CSR. Menurut Sribugo Suratmo (2008), kegiatan Kemitraan mirip dengan sebuah aktivitas sosial dari perusahaan namun di sini masih ada unsur bisnisnya (profit motive). Masing-masing pihak harus memperoleh keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Kaitan PKBL dengan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam kedudukannya memiliki posisi yang sangat strategis. Selaku unit bisnis/entitas usaha, BUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) tunduk sepenuhnya pada Undang-Undang Perseroan Terbatas No.40/2007. Sedangkan dalam kedudukan selaku entitas usaha yang dimiliki oleh Negara, maka BUMN tunduk pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan PKBL sebagaimana diamanatkan UU No.19/2003 dan kewajiban pelaksanaan CSR sebagai amanat UU No.40/2007 dapat dijabarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelaksanaan PKBL di BUMN, diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 88 UU No. 19/2003 tentang BUMN sebagai berikut:&lt;br /&gt;   a. Pasal 2 ayat (1) huruf e&lt;br /&gt;salah satu maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.&lt;br /&gt;   b. Pasal 88 ayat (1)&lt;br /&gt;BUMN dapat menyisihkan sebagian laba bersihnya untuk keperluan pembinaan  usaha kecil/koperasi serta pembinaan masyarakat sekitar BUMN.&lt;br /&gt;   c. Pasal 88 ayat (2)&lt;br /&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai penyisihan dan penggunaan laba sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Keputusan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dalam butir 5 Pasal 1 UU No.19/2003 tersebut dinyatakan "Menteri adalah menteri yang ditunjuk dan/atau diberi kuasa untuk mewakili pemerintah selaku pemegang saham negara pada Persero dan pemilik modal pada Perum dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PKBL yang diatur oleh Menteri Negara BUMN dalam Peraturan No.:Per-05/MBU/2007 tentang PKBL adalah dalam kedudukan Menteri Negara BUMN selaku pemegang saham di BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitnya UU No.40/2007 tentang Perseroan Terbatas yang antara lain mengatur kewajiban pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi Perseroan Terbatas di satu pihak dan berlakunya kewajiban BUMN melaksanakan PKBL di lain pihak menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda karena pada dasarnya kedua hal tersebut mengatur tentang tanggung jawab Perseroan. Oleh karena itu diperlukan suatu kajian mengenai hal tersebut agar tidak menimbulkan kerancuan dalam implementasinya bagi perusahaan BUMN di masa datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2791700125078297415-2098434191945090606?l=sukabumidigital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/feeds/2098434191945090606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/corporate-social-responsibility-csr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/2098434191945090606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2791700125078297415/posts/default/2098434191945090606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukabumidigital.blogspot.com/2008/12/corporate-social-responsibility-csr.html' title='Corporate Social Responsibility (CSR)'/><author><name>Internet Murah Bagi Rakyat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12228800930621935454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cCuJTNsuxxY/SUea5ZDvkaI/AAAAAAAAAAM/XsjflftQRUE/S220/060131_161249.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
